Rabu, 05 June 2019

Menyatukan Zakat dan Pajak Melalui Revisi UU Zakat

Integrasi zakat dan pajak ini penting untuk rasa keadilan bagi masyarakat. Selama ini kelompok masyarakat nonmuslim hanya diwajibkan membayar pajak. 
Ady Thea DA
Ilustrasi zakat. Foto: RES

Jelang lebaran, masyarakat yang beragama Islam wajib membayar zakat sebagai amalan ibadah dari salah satu dari lima rukun Islam. Instrumen zakat sebagai salah satu pranata agama Islam sejatinya dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, potensi zakat di Indonesia sangat besar baik dari zakat fitrah maupun zakat maal (harta) dari sisi pemberdayaan ekonomi.

 

Secara umum zakat dibagi menjadi 2 jenis yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa muslim pada akhir bulan Ramadhan hingga jelang hari raya Idul Fitri sebanyak 1 sha’ kurma/gandum atau setara 3,5 liter beras (sebesar Rp40 ribu).

 

Zakat maal terdiri dari beberapa jenis zakat emas/perak/uang simpanan, zakat pertanian, zakat perniagaan/perdagangan, zakat peternakan, rikaz. Belakangan, dalam zakat maal dikenal istilah zakat profesi atau pendapatan. Setiap jenis zakat maal tersebut memiliki nishab (batas nilai minimal wajib zakat), waktu ditunaikan, kadar zakat yang berbeda-beda. Salah satunya, zakat emas/perak/uang simpanan, harta yang wajib dizakati mencapai nishab minimal harga 85 gram emas atau 595 gram perak, dimiliki setahun penuh (haul), dan kadar zakatnya sebesar 2,5 persen.   

 

Merujuk UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, zakat didefinisikan sebagai harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim/muslimah atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq) sesuai syariat Islam. Dalam Pasal 4 UU Pengelolaan Zakat, zakat terdiri dari zakat fitrah dan zakat maal

 

Zakat maal terdiri dari emas, perak, dan logam mulia lainnya; uang dan surat berharga lainnya; perniagaan; pertanian, perkebunan, dan kehutanan; peternakan dan perikanan; pertambangan; perindustrian; pendapatan dan jasa; dan rikaz (barang temuan/tambang/harta karun).    

 

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Irfan Syauqi Beik menerangkan zakat adalah ibadah penting dan fundamental dalam ajaran Islam. Sayangnya, masih banyak umat Islam yang menganggap zakat sebagai beban, bukan kebutuhan.

 

“Untuk mengubah cara pandang ini, penting memahami tujuan zakat (maqashid zakah),” ujar Irfan dalam video berjudul “Tujuan Syariat Zakat Dalam Kehidupan: Bagian 1” yang diunggah di laman resmi Baznas.  

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua