Jumat, 28 June 2019

E-Litigation: Sebatas Pertukaran Dokumen atau Sidang Pembuktian Elektronik?

MA memiliki rencana untuk masuk ke arah E-litigation jenis pembuktian, namun demi hasil yang memuaskan diperlukan proses perubahan secara bertahap.
Hamalatul Qur'ani
Gedung Mahkamah Agung. Foto: RES

Setelah cukup sukses dalam implementasi E-filing (Pendaftaran perkara online), E-payment (Pembayaran panjar biaya perkara online) dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online), kini MA tengah mempersiapkan peluncuran E-litigation yang ditargetkan rampung Agustus tahun ini melalui Perubahan Perma No 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan secara Elektronik. Perubahan Permatersebut ditargetkan akan di-launching pada hari ulang tahun MA yang ke 74, yakni pada 19 Agustus 2019 mendatang.

 

Sebagai gambaran awal, praktik internasional mengenal dua jenis E-litigation process, yakni berupa pertukaran dokumen (document exchange/DE) dan pembuktian elektronik. Apakah dalam perubahan Perma 3/2018 nantinya akan menerapkan kedua jenis proses e-litigasi itu? ataukah bertahap pada satu jenis e-litigasi terlebih dahulu?

 

“Kita mau bikin document exchange dulu, untuk pembuktian elektronik next step lah,” ungkap Koordinator Tim Asistensi Pembaruan MA Arya Suyudi saat dihubungi hukumonline.

 

Ia menjelaskan untuk pembuktian juga terbagi menjadi dua, ada pembuktian surat dan ada pembuktian saksi. Untuk melangkah ke tahap itu, perlu dipikirkan secara matang hukum acara seperti apa nantinya yang akan diterapkan untuk melakukan pembuktian surat maupun saksi secara elektronik? Itulah mengapa untuk e-litigation jenis pembuktian memang belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

 

“Kita fokus dulu ke DE, fokus dulu bagaimana replik-duplik dan lainnya itu semua bisa di-deliver dengan baik secara elektronik,” ujarnya.

 

Alasannya, antara dua jenis litigasi elektronik (DE dan pembuktian elektronik) itu terpaut perbedaan effort yang sangat jauh, utamanya dari segi modal. Untuk pembuktian elektronik, MA disebutnya harus sudah mempu menyediakan fasilitas yang sangat besar, kalau di Australia istilahnya e-courtroom kalau di Singapura Court technology.

 

Di situ, harus sudah tersedia electronic enable courtroom yang dilengkapi fasilitas media equipment, mempunyai koneksi internet, memiliki fasilitas teleconference, ruangan harus selalu dingin, kedap suara, memiliki kamera monitoring dan banyak sekali standar yang harus dipenuhi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua