Senin, 22 Juli 2019

Gerakan Tanpa Plastik Sekali Pakai

Plastik sekali pakai yang kemudian dibuang ke laut disebut berpotensi merusak wisata bahari Indonesia.
Resa Esnir
Foto: RES

Sebanyak 49 komunitas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) berbaur dengan masyarakat yang berada di hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu 21/7).

Puluhan komunitas tersebut bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan aksi yakni gerakan tanpa plastik sekali pakai. Ribuan orang dengan aksi treatrikal dan pawai itu berjalan mulai dari Bundaran HI hingga Taman Aspirasi Monumen Nasional, persis di depan Istana Negara.

Melalui aksi ini, Susi mengajak masyarakat untuk menolak penggunaan plastik sekali pakai karena mengancam lingkungan. Bersama Susi, terlihat beberapa artis, seperti Kaka dan Ridho Slank, serta musisi Navicula dari Bali serta sejumlah tokoh lainnya.

Plastik sekali pakai menjadi perhatian beberapa LSM yang fokus pada isu lingkungan. Plastik sekali pakai yang kemudian dibuang ke laut disebut berpotensi merusak wisata bahari Indonesia.

Beragam bentuk pawai yang terbuat dari sampah plastik diarak oleh para peserta aksi. Sampah plastik tersebut diperoleh relawan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan Beach Clean Up Jakarta juga menemukan 500 kilogram sampah plastik berceceran di Pulau Damar Besar, Kepulauan Seribu, pada 14 Juli 2019. Relawan pernah mendapat paling banyak 800 kilogram sampah plastik.

"Bisa dibayangkan bukan, jika produksi sampah plastik terus meningkat akan seperti apa Indonesia nanti," ujar Susi saat orasi.

Untuk membendung banyaknya sampah plastik, pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa kebijakan. Mulai dari melakukan kebijakan reekspor atau pengembalian sampah plastik ke negara-negara pengirim. Hingga, menaikkan cukai plastik.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua