Selasa, 05 November 2019

INI Siap Gelar Kongres Notaris Berskala Internasional

​​​​​​​Kongres ini bertujuan untuk menjaga eksistensi profesi notaris di era revolusi industri 4.0. 
Moch Dani Pratama Huzaini
Ketua Umum INI Yualita Widyadhari (tengah) dalam rapat panitia Kongres Notaris Internasional di Jakarta, Selasa (5/11). Foto: CT-CAT

Indonesia akan menjadi tuan rumah kongres notaris tingkat dunia. Ikatan Notaris Indonesia (INI) sebagai organisasi profesi notaris di Tanah Air tengah menyiapkan penyelenggaraan kongres berskala internasional ini. Penyelenggaraan kongres ini merupakan kerja sama antara INI dengan The Internasional Union of Notaries (UINL).

 

Rencananya, kongres akan diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 27 - 30 November 2019, di Jakarta Convention Center (JCC). Hukumonline berkesempatan hadir dalam rapat persiapan acara tersebut oleh panitia kongres yang digelar di JCC, Selasa (5/11).

 

Sejumlah Pengurus Pusat INI pun hadir dalam rapat panitia tersebut. Mulai dari Ketua Umum INI Yualita Widyadhari, Ketua Operating Committee Congress, Rita Alfiana serta perwakilan dari UINL, Elody Letauce. Bagi notaris Indonesia yang hendak ikut serta dalam kongres ini, batas akhir pendaftarannya pada 18 November.

 

“Telah kita sepakati pendaftaran terakhir tanggal 18 November, sementara pembayaran terkahir tanggal 22 November,” ujar Yualita saat rapat berlangsung.

 

Direncanakan pada momentum pembukaan kongres nantinya akan mengundang Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, sejumlah menteri, duta besar negara-negara sahabat, serta perwakilan universitas-universitas.

 

Sementara itu, Ketua OC Kongres, Rita Alfiana kepada Hukumonline mengungkapkan, kongres notaris internasional ini merupakan kongres pertama yang diselenggarakan di Asia. Selama ini kongres selalu diselenggarakan di kawasan Eropa dan Amerika.

 

Sejumlah topik diskusi akan diangkat dalam kongres. Tema-tema tersebut bertujuan untuk menjaga eksistensi profesi notaris di era revolusi industri 4.0. Sejumlah pakar-pakar internasional juga turut menjadi narasumber dalam kongres.

 

Baca:

 

Meskipun secara khusus kongres diperuntukkan untuk para notaris dalam maupun luar negeri, lanjut Rita, namun terbuka kemungkinan bisa pula dihadiri oleh pihak lain. Baik profesi yang bersinggungan dengan sektor hukum maupun sektor-sektor lainnya.

 

Rita menyebutkan, secara keseluruhan peserta yang direncanakan akan menghadiri kongres. Saat ini peserta yang sudah mendaftar khusus dari kalangan profesi notaris Indonesia berjumlah 740 orang. Sementara notaris asing yang telah mendaftarkan untuk ikut serta dalam kongres kali ini hampir 400-an orang.

 

INI adalah merupakan wadah profesi notaris yang dibentuk pada tanggal 1 Juli 1908. Saat ini berdasarkan data di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, jumlah notaris di Indonesia mencapai 17.000. INI resmi tergabung menjadi anggota UINL ke-66 pada tanggal 30 Mei 1997 di Santo Domingo, Dominica. Pada tahun 2004, INI menjadi tuan rumah bagi pembentukan Komisi Asia UINL dan pada periode tahun 2016-2017, INI memimpin komisi tersebut sebagai Presiden Komisi Asia UINL.

 

UINL adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan oleh 19 negara di tahun 1948 dan saat ini terdiri dari 88 negara anggota. Organisasi ini bertujuan untuk mengedepankan, mengkoordinasikan dan mengembangkan fungsi dan kegiatan notaris di seluruh dunia, dengan menjunjung tinggi kehormatan dan independensi dari notaris dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat umum.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua