Senin, 02 Desember 2019

Melihat Prosedur Pemindahan Tahanan dari Kasus Wawan

​​​​​​​Ada sejumlah hal yang menjadi alasan tahanan dipindah dari Lapas satu ke Lapas lain.
Aji Prasetyo
Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: RES

Dalam sidang lanjutan dugaan kasus korupsi yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, penuntut umum menyampaikan tanggapan atas eksepsi yang diajukan suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu. Intinya, penuntut menyatakan tetap pada surat dakwaan dan meminta majelis hakim menolak eksepsi yang dilayangkan pihak Wawan. 

 

Surat dakwaan yang dimaksud yaitu dugaan korupsi alat kesehatan sebesar Rp94,2 miliar di wilayah Banten dan dijerat Pasal Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. 

 

Pada dakwaan kedua, Wawan diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dengan nilai total Rp581 miliar dalam dua termin. Pertama, dari 2005 hingga 21 Oktober 2010 dan dijerat dengan Pasal 3 ayat (1) huruf a, c, dan g UU Nomor 25 tahun 2003 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kedua, dari 2010-2019 dan dijerat dengan Pasal 3 atau 4 UU Nomor 8 tahun 2010 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 

Ada hal menarik dari sidang yang digelar Kamis (28/11) lalu. Salah satu kuasa hukum Wawan, Maqdir Ismail mengaku telah menerima surat dari Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham agar Wawan dipindahkan dari Rutan Pomdam Jaya Guntur ke Lapas Cipinang.

 

Usai sidang, kepada wartawan Wawan menyatakan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Lapas memang menyatakan jika warga binaan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan di Rumah Tahanan (Rutan) seperti Pomdam Jaya Guntur. Alasannya, kata Wawan agar pembinaan tidak terputus. 

 

Diketahui, Wawan saat ini mempunyai tiga status, yaitu Terpidana dalam perkara sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Kemudian Terdakwa dalam perkara korupsi Alkes Banten dan Pencucian Uang, dan Tersangka dalam kasus suap di Lapas Sukamiskin. 

 

Terkait dengan kekhawatiran KPK yang disampaikan penuntut umum jika ia kembali melakukan tindak pidana yang sama di Cipinang, Wawan menganggap hal itu berlebihan. "Menurut saya itu agak berlebihan, karena sebagai warga binaan kata saya itu tadi, kan saya tadinya tinggal di Sukamiskin, dibina di situ, di lapas. UU bilang saya dibina di lapas ya harusnya di lapas," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua