Kamis, 05 Desember 2019

Pansel Loloskan 8 Kandidat Hakim Konstitusi

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan tes tertulis diwajibkan mengikuti wawancara terbuka dan tes kesehatan pada Rabu-Kamis, 11-12 Desember 2019 di Aula Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara dan RSPAD.
Agus Sahbani/ANT
Gedung MK. Foto: RES

Panitia Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi (Pansel Hakim MK) untuk mencari pengganti Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna yang purna tugas pada 7 Januari 2020,  mengumumkan 8 orang kandidat calon hakim konstitusi yang lolos hasil seleksi administrasi dan tes tertulis pada Senin 2 Desember 2019 kemarin yang diikuti 15 peserta. 

 

Dari 8 nama itu terlihat nama-nama yang dikenal publik, mulai dari Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Prof Widodo Ekatjahjana; mantan Komisioner Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki; Dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta Daniel Yusmic; hingga mantan jaksa penuntut umum KPK Yudi Kristiana.

 

"Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Calon Hakim Konstitusi Nomor 06/PANSEL-MK/XII/2019 tanggal 4 Desember 2019 tentang hasil seleksi administrasi dan tes tertulis calon hakim konstitusi, dengan ini diumumkan nama-nama pelamar calon hakim konstitusi yang diajukan oleh Presiden," demikian bunyi pengumuman di laman sekneg.go.id seperti dikutip Antara, Kamis (5/12/2019). Baca Juga: Sejumlah Kriteria untuk Kandidat Hakim Konstiusi

 

Selengkapnya delapan nama yang lolos seleksi administrasi dan tertulis adalah:



1. Benediktus Hesto Cipto Handoyo

Dosen hukum tata negara Universitas Atma Jaya, Yogyakarta


 

2. Bernard L Tanya

Dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

3. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh

Dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta.

 

4. Ida Budiarti

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (2012-2017) dan saat ini menjadi anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)

 

5. Suparman Marzuki

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Ia pernah menjadi komisioner Komisi Yudisial periode 2005-2015.

 

6. Umbu Rauta

Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

 

7. Widodo Ekatjahjana

Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum saat ini. Widodo adalah guru besar hukum tata negara Universitas Jember. Widodo pernah menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember 2012-2016.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua