Kamis, 19 Desember 2019

Banyak Organisasi Advokat, Apakah Pro Bono Jadi Lebih Banyak?

Tidak cukup sekadar imbauan dan mengharapkan dorongan moral secara suka rela.
Normand Edwin Elnizar
Para nominator dan pemenang Hukumonline Awards 2019 Pro Bono Champions. Foto: RES

“Kami heran kenapa elit di Jakarta bikin banyak organisasi advokat. Bagaimana mau perhatikan pro bono kalau konsentrasinya habis di konflik organisasi?” kata Gustaf Rudolf Kawer kepada Hukumonline di malam anugerah Hukumonline Award Pro Bono Champions 2019, Rabu (7/12) silam.

 

Pernyataan Gustaf tidak terlepas dari fenomena organisasi advokat yang bermekaran. Bahkan setelah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mencoba sebagai wadah tunggal, pun tak luput dari pemekaran. Sejak 2015 hingga kini dikenal tiga kubu Peradi. Masing-masing menyatakan diri sebagai pengurus Peradi yang sah.

 

Sebagai advokat dari wilayah yang jauh dari Ibu Kota negara, Gustaf berharap organisasi advokat bisa kompak meningkatkan kualitas profesi advokat. Mulai dari meningkatkan pelayanan pada klien hingga pelayanan pro bono oleh para anggotanya.

 

Hukumonline meminta pandangan advokat Patra M. Zen yang pernah bergiat dalam jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Kini Patra berpraktik advokat dengan kantor hukum komersial.

 

“Kalau bicara pro bono pasti harus ada reward, kalau hanya dilekatkan kepada moral pasti sulit,” ujar Patra. Fenomena organisasi advokat yang terus bertambah tidak akan menjamin praktik pro bono akan meningkat. Berikut beberapa usulannya yang cukup relevan untuk mendongkrak praktik pro bono.

 


  1. Insentif Pajak Bagi Kantor Hukum

Perlu ada insentif bagi kantor hukum yang mengerjakan pro bono. “Misalnya praktik pro bono dihitung untuk meringankan pajak ke kantor hukum,” Patra menjelaskan. Cara ini cukup menarik baik kantor hukum dengan sedikit personel maupun dengan banyak personel. “Praktik pro bono juga harus didorong bermanfaat bagi kantor hukum,” Patra menambahkan.

 

Integrasi praktik pro bono dengan perhitungan pajak juga dapat mendorong ketertiban dan kerapihan administrasi laporan kegiatan pro bono. Bukti pelaksanaan pro bono harus benar-benar jelas dan meyakinkan untuk bisa mendapatkan keringanan pajak.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua