Minggu, 22 Maret 2020

Munas Peradi Diundur Tanpa E-Voting, PKPA Mungkin E-Learning

Munas tetap dengan sistem pemilihan oleh delegasi cabang. Kemungkinan e-learning PKPA tergantung kesepakatan dengan mitra perguruan tinggi.
Normand Edwin Elnizar
Ketua Umum DPN PEradi Fauzie Yusuf Hasibuan (kiri) dan Sekjen DPN Peradi Thomas Tampubolon (kanan). Foto: Istimewa

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang dipimpin Fauzie Yusuf Hasibuan memundurkan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) selama dua minggu. Surat resmi Peradi menyebutkan Munas akan dilakukan pada 15-16 April 2020. Munas tidak akan beralih ke sistem e-voting. Di sisi lain, Peradi membuka peluang sistem e-learning dalam menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) jika wabah coronavirus belum segera terkendali.

 

“Betul, kami tunda sampai 15-16 April 2020. Setelah kami koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat,” kata Sekretaris Jenderal Peradi, Thomas E.Tampubolon saat diminta konfirmasi oleh Hukumonline. Thomas menjelaskan bahwa penundaan masih akan dievaluasi dengan mengamati perkembangan kondisi.

 

“Kami sambil mengikuti perkembangan. Kita tidak akan memaksakan kalau nanti hal terburuk seperti lockdown terjadi, tentu dari Jakarta tidak bisa keluar kan,” kata Sekretaris Jenderal Peradi. Sesuai surat yang diterbitkan Peradi Jumat (20/3) kemarin, keputusan itu dibuat sambil mempertimbangkan berbagai perkembangan berikutnya.

 

Sebelumnya Ketua Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan menyatakan Munas akan diselenggarakan sesuai jadwal. Bahkan Thomas pun sempat menegaskan hal yang sama. Pimpinan Peradi awalnya mempersiapkan upaya pengetatan protokol pencegahan pandemik di area Munas. Namun pernyataan itu mendapat respon permohonan dari beberapa cabang Peradi.

 

Baca:

 

Penundaan dimundurkan hanya sekira dua minggu. Thomas mengatakan lokasi dan sistem yang akan digunakan tetap sama. Surabaya masih menjadi tempat pelaksanaan Munas. Para delegasi cabang akan hadir untuk memilih Ketua Peradi yang baru secara langsung.

 

“Belum ada rencana kami menggunakan e-voting. Banyak hal yang belum bisa diduga,” kata Thomas. Hajatan Munas Peradi ini diperkirakan mengumpulkan 1200 orang. Jumlah tersebut termasuk delegasi dari cabang Peradi seluruh Indonesia.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua