Selasa, 26 May 2020

Ada Tren Penurunan Perkara e-Court Selama Pandemi

Dugaan kuat, mereka (para pihak) menunda berperkara di pengadilan karena situasi pandemi, apalagi berbarengan dengan tibanya bulan Ramadhan.
Agus Sahbani
Gedung MA. Foto: RES

Sejak penyebaran wabah pandemi Covid-19 pada awal Maret 2020, animo masyarakat pencari keadilan memanfaatkan sistem e-Court (pendaftaran perkara secara online) justru semakin menurun. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah perkara perdata, perdata agama, tata usaha negara yang terdaftar/tercatat dalam sistem aplikasi e-Court semakin menurun dalam beberapa bulan terakhir.

“Sebanyak 31.745 perkara didaftarkan (registrasi) melalui layanan e-court pada periode Maret-19 Mei 2020, tapi ada tren penurunan selama masa pandemi Covid-19,” ujar Koordinator Data Perkara Kepaniteraan MA Asep Nursobah, seperti dikutip dari laman Kepaniteraan MA, Selasa (26/5/2020). (Baca Juga: MA Imbau Pencari Keadilan Manfaatkan E-Litigasi)

Asep menegaskan jumlah perkara rumpun perdata yang didaftarkan melalui e-Court pada masa pandemi Covid-19 terlihat adanya tren menurun. Tren penurunan jumlah perkara pada April 2020 mencapai 32,07 persen dibandingkan dengan jumlah perkara pada Maret 2020.

Menurutnya, penurunan jumlah perkara e-Court pada masa pandemi bukan karena faktor pengadilan mengurangi pelayanan atau isu ketidaksiapan sistem e-Court, tapi pengurangan arus pendaftaran perkara secara daring (online) terjadi karena faktor pihak berperkara. Layanan e-court tetap berjalan sepenuhnya.

“Dugaan kuat, mereka (para pihak, red) menunda berperkara di pengadilan karena situasi pandemi, apalagi berbarengan dengan tibanya bulan Ramadhan,” kata dia.  

Tren penurunan perkara juga terjadi pada keseluruhan perkara yang diterima pengadilan baik perkara perdata maupun pidana pada empat lingkungan peradilan. Pada bulan Maret, perkara yang diterima berjumlah 71.092 perkara, namun pada bulan April, perkara yang diterima berkurang menjadi 34.803 perkara atau mengalami penurunan sebanyak 51,05 persen.

“Lagipula data setiap tahun menunjukkan adanya kecenderungan penurunan perkara pada saat bulan Ramadhan,” tegasnya. 

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua