Rabu, 19 August 2020

Ini Dia Penerima Anugerah MA 2020

​​​​​​​Salah satu penilaian untuk kategori e-Court dan gugatan sederhana yaitu penyelesaian perkara, yang merupakan salah satu aspek yang dinilai Bank Dunia dalam survei kemudahan berusaha (ease of doing business).
Ady Thea DA
Sekretaris MA Setyo Pudjoharsoyo saat membacakan para pemenang Anugerah MA 2020, Rabu (19/8). Foto: RES

Mahkamah Agung (MA) telah mengumumkan penerima penghargaan pelaksanaan pengadilan elektronik (e-Court) dan gugatan sederhana (GS). Pemenang berasal dari pengadilan dan pengguna atau advokat. Pemeringkatan e-Court dan GS berlaku di tiga badan peradilan, Badan Peradilan Umum, Badan Peradilan Agama dan Badan Peradilan Tata Usaha Negara.

Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, mengatakan anugerah ini mendapat dukungan BKPM dan Hukumonline. Penghargaan ini meliputi 80 pengadilan negeri (PN) dan 54 pengadilan agama/mahkamah syar’iyah berdasarkan pembagian kelas pengadilan yang mendapatkan peringkat terbaik pada kategori pelaksanaan e-Court dan GS. (Baca: Ini Dia 20 Kategori Anugerah Mahkamah Agung 2020)

Selain itu ada 10 pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) yang mendapat peringkat terbaik untuk kategori e-Court. Kemudian anugerah untuk 10 pengguna atau advokat yang menggunakan layanan e-court dan GS pada PN, dan pengadilan agama/mahkamah syar’iyah. Penghargaan juga diberikan kepada 10 pengguna atau advokat yang menggunakan layanan e-Court pada pengadilan TUN.

Syarifuddin menjelaskan, penilaian atas layanan GS dilaksanakan melalui pembobotan pada parameter yang telah ditentukan sehingga fokusnya bukan pada kuantitas tapi kualitas gugatan. Pembobotan terhadap perkara GS meliputi persentase perkara, penyelesaian perkara, waktu penyelesaian putus, dan penyelesaian perkara secara damai.

Begitu pula penilaian kategori e-Court tak sekadar kuantitas tapi presentase penggunaan e-Court, presentase e-filling yang dilanjutkan e-litigation, penyelesaian perkara, dan penyelesaian perkara secara damai. Soal penilaian, Syarifuddin mengatakan untuk e-Court dan GS presentase terbesar diberikan pada kriteria penyelesaian perkara yang mencapai 30 persen dari keseluruhan aspek yang dinilai. (Baca: E-Court dan Gugatan Sederhana Award, BKPM: Ini Iklim Positif di Pengadilan)

“Ini memberikan makna bahwa penyelesaian perkara menjadi aspek yang harus mendapatkan perhatian lembaga peradilan karena aspek ini salah satu yang dinilai Bank Dunia dalam survei kemudahan berusaha (ease of doing business) khususnya parameter penegakan kontrak (enforcing contract),” katanya dalam dalam pidato sambutan kegiatan Launching e-Court tingkat banding, Direktori Putusan MA Versi 3.0, dan Anugerah MA Tahun 2020, Rabu (19/8).

Syarifuddin menyebut percepatan penyelesaian perkara akan memberikan gambaran tentang efisiensi lembaga peradilan di Indonesia serta memberi kepastian hukum khususnya bagi investor. Begitu juga penyelesaian perkara secara damai dalam perkara GS akan mendorong iklim berusaha yang ramah karena pelaku usaha tidak ingin membuang banyak tenaga, waktu dan sumber daya untuk proses litigasi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua