Selasa, 25 August 2020

Pemerintah Sodorkan Ratusan DIM RUU MK

DPR segera membentuk tim Panitia Kerja (Panja) untuk membahas DIM RUU MK yang berjumlah 121.
Rofiq Hidayat
Gedung DPR. Foto: RES

Pemerintah resmi menyodorkan daftar inventarisasi masalah (DIM) atas perubahan ketiga atas UU No.24 tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (MK) ke DPR. Ada ratusan DIM yang bakal menjadi bahan pembahasan tingkat pertama antara DPR dengan pemerintah. Pemerintah meminta DPR agar pembahasan DIM dilakukan secara hati-hati.

“MK adalah lembaga yang sangat penting yang wewenangnya diatur UUD Tahun 1945. Karena itu, pembahasannya harus hati-hati,” ujar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly dalam rapat kerja dengan Komisi III di Komplek Gedung Parlemen, Selasa (25/8/2020). (Baca Juga: Lima Usulan Pemerintah atas Materi Muatan RUU MK)

Dalam paparannya, Yasona menjelaskan secara rinci jumlah DIM yang disusun pemerintah totalnya sebanyak 121 DIM. Rinciannya, sebanyak 101 diantaranya menjadi DIM yang dinyatakan tetap, sehingga pemerintah tak lagi mengubahnya. Sedangkan sebanyak 8 DIM yang bersifat redaksional atau hanya sekedar mengubah kata atau frasa tanpa mengubah makna secara keseluruhan.

“Selanjutnya, terdapat 10 DIM yang bersifat substansi. Bahkan masih terdapat 2 DIM yang bersifat substansi baru atau penambahan pasal yang diusulkan. Kita berharap nantinya dapat dibahas secara teliti,” tegasnya.

Mantan anggota DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) itu mengingatkan agar Panitia Kerja (Panja) RUU MK wajib terus mengikuti pembahasan yang dilakukan DPR dan pemerintah. Tak hanya anggota Panja dari pemerintah, namun pula dari Komisi III yang ditugaskan masing-masing fraksi partainya.

Meski pemerintah telah memberi tanggapan atas materi muatan draf RUU dan menyusun DIM, namun dalam perkembangan pembahasan nantinya bukan tidak mungkin terdapat dinamika baru. Karena itu, menjadi keharusan seluruh anggota Panja tak boleh tertinggal dalam proses pembahasan. “Kita perlu menyikapi berbagai dinamika pembahasan RUU MK,” katanya.  

Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan DIM yang sudah di tangan Komisi III  nantinya bakal ditindaklanjuti dalam pembahasan. Adies meminta pihak sekretariat agar melayangkan surat ke masing-masing fraksi partai di DPR agar menyodorkan nama-nama yang masuk dalam Panja RUU MK.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua