Rabu, 23 September 2020

12 Pejabat KPK Dilantik, Dikhawatirkan Terjadi Loyalitas Ganda

​​​​​​​Seluruh pejabat tersebut dilantik untuk posisi 3 orang direktur dan 9 orang koordinator untuk 4 koordinator wilayah.
Aji Prasetyo
Ketua KPK Firli Bahuri (kedua kanan). Foto: RES

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik sejumlah pejabat baru yang telah terpilih dalam seleksi sebelumnya. Ketua KPK Firli Bahuri memimpin langsung pelantikan terhadap 12 orang terpilih, termasuk 3 orang direktur dan 9 orang koordinator untuk 4 koordinator wilayah.

Firli membacakan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik. Sumpah jabatan itu sendiri pada pokoknya bersumpah setia dan taat kepada Undang-undang Dasar Tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan darma bakti kepada bangsa dan negara.

“Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa akan lebih mementingkan kepentingan negara, daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan negara. Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan semangat, untuk kepentingan negara,” ujar Firli yang diikuti para pejabat baru tersebut di Gedung KPK melalui telekonferensi, Selasa (22/9).

Dalam sambutannya, Firli juga berkata akan mengadakan pertemuan khusus dengan 12 pejabat struktural KPK yang baru dilantik membahas tugas-tugas pemberantasan korupsi ke depan. Jenderal polisi bintang tiga itu juga mengingatkan mengenai tugas pokok KPK sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

"Pertama, melakukan pencegahan agar tidak terjadi korupsi. Kedua, berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi dan pelayanan publik," kata Firli. (Baca: Kinerja Penindakan KPK dalam Angka)

Ketiga, melakukan monitoring atas penyelenggaraan pemerintahan negara; keempat melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi. Kelima, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi dan keenam adalah melaksanakan putusan pengadilan dan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap.

Selain tugas pokok, Firli juga mengingatkan kepada 12 pejabat struktural itu terkait dengan visi dan misi KPK. Pertama, melakukan pencegahan dengan perbaikan sistem, kedua melakukan pencegahan dengan pendekatan pendidikan masyarakat. Selain pencegahan, kata Firli, KPK juga melakukan penindakan dengan menitikberatkan dalam hal pengembalian kerugian negara, penyelamatan kerugian negara, dan pengembalian uang hasil korupsi (asset recovery).

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua