Senin, 26 October 2020

UU Cipta Kerja Dorong Transformasi Ekonomi Digital

Banyak pelaku ekonomi dinilai belum siap, sehingga dari sisi sektor riil akan tertinggal.
Fitri Novia Heriani
Sidang paripurna saat persetujuan RUU Cipta Kerja menjadi UU, Senin (5/10). Foto: RES

Disetujuinya RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang masih mendapat perhatian dari masyarakat. Sorotan yang datang beraga, ada yang positif, tidak sedikit pula yang negative. Namun, peneliti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Media Wahyudi Askar, menilai kemudahan perizinan bagi UMKM dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja atau Ciptaker membantu perusahaan rintisan atau startup ekonomi digital memperoleh perizinan.

"Saya kira ini juga sangat membantu startup-startup, khususnya di bidang ekonomi digital untuk bisa mendaftarkan usahanya," ujar Media dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (22/10) lalu.

Menurutnya, aspek-aspek perizinan yang diatur dalam Omnibus Law cukup positif dalam hal ini karena memungkinkan izin usaha bisa didaftarkan dengan mudah. Peneliti Indef itu juga menambahkan bahwa transformasi digital merupakan hal yang tak terhindarkan saat ini dan akan tetap terus berjalan.

Hal ini dikarenakan berkaitan dengan globalisasi dan teori perilaku masyarakat yang sekarang sudah mulai beralih kepada aspek digital. "Dari regulasi yang dibutuhkan memang dorongan-dorongan supaya transformasi digitalisasi ini bisa diakselerasi," kata Media. (Baca Juga: Soroti Birokrasi Perizinan Berusaha, Begini Pandangan Advokat tentang UU Cipta Kerja)

Berkaitan dengan Omnibus Law, sebetulnya kalau merunut bagaimana masa depan dunia kerja atau the future of work terkait dengan digitalisasi UMKM ini, Bank Dunia telah menyinggung dalam beberapa tahun terakhir bahwa pemerintah perlu menerapkan adanya fleksibilitas kerja.

Kenapa? Karena sektor-sektor seperti dunia digital membutuhkan tenaga kerja yang terspesialisasi atau specialized, namun lebih fleksibel waktu kerjanya. "Dengan demikian model-model tenaga kerja kontrak dan alih daya (outsource) untuk tenaga kerja yang terspesialisasi di bidang ekonomi digital, memang diperkirakan bisa menggenjot proses transformasi ekonomi digital di negara berkembang," ujar Media.

Dia menilai bahwa Omnibus Law yang memungkinkan kontrak kerja dan alih daya yang semakin dipermudah tidak hanya untuk sektor pendukung, memang diharapkan untuk bisa mendorong ke arah struktur ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital tumbuh secara positif.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua