Sabtu, 21 November 2020

4 Ancaman Denda dalam Perda DKI Penanggulangan Covid-19

Mulai dari denda karena menolak vaksin hingga membawa jenazah terkonfirmasi Covid-19. Besarannya beragam hingga maksimal Rp7,5 juta.
Hamalatul Qurani

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menandatangani Perda No. 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Perda yang mengatur sanksi bagi masyarakat yang menolak untuk divaksinasi ini resmi berlaku ketika diundangkan per 12 November 2020.

Tidak hanya mengatur soal ancaman penolakan vaksin, Perda ini juga mengatur beberapa perbuatan yang dilarang dilakukan dengan ancaman pidana denda hingga Rp7,5 juta. Rincian jenis pelanggarannya dijabarkan pada Bab X terkait Ketentuan Pidana, berikut rangkumannya:


  1. Menolak Tes Cepat Molekuler/Pemeriksaan Penunjang

Pada pasal 29 Perda a quo, setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukannya Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction atau Tes Cepat Molekuler, dan/atau pemeriksaan penunjang yang diselenggarakan oleh pemprov DKI Jakarta, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta (lima juta rupiah).


  1. Menolak Pengobatan/Vaksin Covid-19

Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksin Covid-19, berdasarkan Pasal 30 Perda a quo juga diancam dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta (lima juta rupiah).


  1. Membawa Jenazah Terkonfirmasi Covid-19

Pasal 31 ayat (1) Perda a quo juga menegaskan bagi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa izin membawa jenazah yang berstatus probable atau konfirmasi yang berada di fasilitas Kesehatan, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp5 juta (lima juta rupiah).

Tak sampai di situ, ayat (2) Pasal a quo  menambahkan, bila perbuatan pidana yang dilakukan pada ayat (1) itu disertai dengan ancaman ataupun kekerasan, maka pelaku dapat dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp7,5 juta (tujuh juta lima ratus ribu rupiah).


  1. Pasien Terkonfirmasi Covid Melarikan Diri

Perda a quo juga mengatur tindakan tegas bagi pasien terkonfirmasi covid-19 yang dengan sengaja meninggalkan fasilitas isolasi atau fasilitas Kesehatan tanpa izin petugas. Setiap orang yang melakukan pelanggaran itu, diancam dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta (lima juta rupiah).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua