Ketenagakerjaan

Diangkat Jadi Tetap, Karyawan Kontrak Berhak Uang Kompensasi?

Diangkat Jadi Tetap, Karyawan Kontrak Berhak Uang Kompensasi?

Pertanyaan

Jika karyawan PKWT yang kemudian diangkat menjadi karyawan PKWTT, apakah perusahaan tetap harus membayar kompensasi ke karyawan tersebut?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Memang benar dalam hal pekerja dengan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (“PKWT”) jangka waktunya telah berakhir atau karena telah berakhirnya suatu pekerjaan tertentu, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja.

Jadi menurut hemat kami, pekerja PKWT yang kemudian diangkat menjadi pekerja dengan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap, seharusnya menurut hukum berhak menerima uang kompensasi.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 

Berakhirnya Perjanjian Kerja

Mengacu Pasal 50 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) menyatakan bahwa:

Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh.

Adapun perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja tersebut dapat dibuat secara tertulis ataupun lisan.[1]

Mengenai Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (“PKWT”) adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.[2]

PKWT dibuat didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu, sesuai yang diperjanjikan antara pekerja dengan pengusaha, yang dituangkan dalam suatu perjanjian kerja secara tertulis.[3]

Sementara itu, berakhirnya suatu perjanjian kerja dapat terjadi karena alasan-alasan yang diatur dalam Pasal 81 angka 16 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 61 ayat (1) UU Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa:

  1. Perjanjian kerja berakhir apabila:
  1. pekerja/buruh meninggal dunia;
  2. berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja;
  3. selesainya suatu pekerjaan tertentu;
  4. adanya putusan pengadilan dan/atau putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; atau
  5. adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

 

Uang Kompensasi untuk PKWT

Selanjutnya Pasal 81 angka 17 UU Cipta Kerja yang memuat baru Pasal 61A ayat (1) dan (2) UU Ketenagakerjaan berbunyi:

  1.  
  2. Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/ buruh.
  3. Uang kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada pekerja/buruh sesuai dengan masa kerja pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan.

Dari bunyi ketentuan pasal tersebut di atas berlaku bagi pekerja PKWT, di mana pada saat jangka waktu berakhirnya perjanjian kerja atau telah berakhirnya suatu pekerjaan tertentu, pekerja PKWT berhak untuk mendapatkan uang kompensasi.

Selanjutnya mengenai pemberian uang kompensasi bagi pekerja PKWT diatur lebih terperinci di dalam Pasal 15 PP 35/2021 yang berbunyi:

  1. Pemberian uang kompensasi dilaksanakan pada saat berakhirnya PKWT.
  2. Uang kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja paling sedikit 1 (satu) bulan secara terus menerus.
  3. Apabila PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan saat selesainya jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan dan terhadap jangka waktu perpanjangan PKWT, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan jangka waktu PKWT berakhir atau selesai.

Maka berdasarkan ketentuan di atas, bagi setiap pekerja PKWT, yang sudah bekerja paling sedikit selama 1 bulan secara terus menerus, yang jangka waktu PKWT-nya sudah berakhir, berhak untuk mendapatkan uang kompensasi dari perusahaan. Uang kompensasi diberikan pada setiap kali jangka waktu PKWT berakhir, termasuk juga apabila terjadi perpanjangan PKWT, uang kompensasi wajib dibayar oleh perusahaan sebelum dilakukan perpanjangan. Setelah perpanjangan PKWT berakhir, karyawan tersebut berhak untuk menerima uang kompensasi atas perpanjangan PKWT.

Jadi menurut hemat kami, apabila PKWT telah berakhir, kemudian pekerja tersebut diangkat menjadi pekerja tetap atau pekerja dengan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu, maka ia berhak untuk menerima uang kompensasi PKWT yang sudah dijalaninya sebelum dirinya diangkat sebagai pekerja tetap.

Namun apabila pekerja tersebut diangkat sebagai pekerja tetap sebelum jangka waktu PKWT berakhir, namun sudah bekerja selama 1 bulan secara terus menerus, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 17 PP 35/2021, yang berbunyi:

Dalam hal salah satu pihak mengakhiri Hubungan Kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam PKWT, Pengusaha wajib memberikan uang kompensasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) yang besarannya dihitung berdasarkan jangka waktu PKWT yang telah dilaksanakan oleh Pekerja/Buruh.

Dengan demikian, pekerja tetap berhak mendapatkan uang kompensasi dari perusahaan sebelum diangkat menjadi pekerja tetap.

Adapun mengenai perhitungan uang kompensasi yang diterima oleh pekerja PKWT, dapat Anda simak caranya dalam Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Perusahaan dan Uang Kompensasi bagi Karyawan PKWT.

 

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

[1] Pasal 51 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

[3] Pasal 81 angka 12 dan 13 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“UU Cipta Kerja”) yang mengubah Pasal 56 ayat (2) dan (3) serta Pasal 57 ayat (1) UU Ketenagakerjaan