Selasa, 30 April 2019

Jika Diancam Menjadi Saksi dalam Perkara Pidana

Jika Diancam Menjadi Saksi dalam Perkara Pidana

Pertanyaan

Saya pemilik rumah makan. Jika ada tamu yang berkelahi di rumah makan saya, lalu ada polisi datang dan bertanya kronologi kejadian, sudah saya jelaskan sepanjang sepengetahuan saya, tapi polisi itu terus datang sampai meminta fotokopi KTP, haruskah saya berikan? Saya tidak mau terlibat karena orang yang berkelahi tersebut pasti dendam sama saya kalau saya jadi saksi. Apalagi orang tersebut sering mabuk dan membawa senjata tajam. Saya harus bagaimana?  

Intisari Jawaban

Guna kepentingan penyidikan dan membuat terang suatu perkara, Penyidik diberi kewenangan oleh undang-undang untuk memanggil saksi guna dilakukan pemeriksaan dan didengar keterangannya. Begitupula dalam proses persidangan, Hakim akan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk memanggil saksi untuk hadir di sidang pengadilan guna memberikan keterangannya. Saksi yang mendapat panggilan sah dari Penyidik maupun Jaksa Penuntut Umum tersebut wajib hadir memenuhi panggilan tersebut.
 
Dalam memberikan keterangannya saksi bebas dari tekanan dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun. Jika saski mendapatkan ancaman dari pihak yang berperkara, saksi dapat membuat pengaduan ke Kantor Kepolisian setempat. Lalu bagaimana jika saksi tidak memenuhi panggilan?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua