Wabah Corona sebagai Alasan Force Majeur dalam Perjanjian

Bacaan 10 Menit
Wabah Corona sebagai Alasan <i>Force Majeur</i> dalam Perjanjian
Pertanyaan
Di mana bisa menemukan alasan force majeur dalam peraturan perundang-undangan yang mendasari tidak dilaksanakan suatu kontrak dengan kontraktor? Apakah force majeur langsung membatalkan perjanjian atau hanya menunda pelaksanaannya? Apa saja alasan yang termasuk force majeur? Karena saya ingin menggunakan alasan merebaknya virus corona untuk menghentikan sementara usaha kontraktor saya untuk mencegah penyebaran. Namun karena dari pemerintah pun tidak ada kewajiban demikian, saya jadi takut keliru menerapkan alasan ini sebagai force majeur.
Intisari Jawaban
Force majeur merupakan pembelaan debitur untuk dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi atas dasar wanprestasi yang dikemukakan oleh pihak kreditur.
 
Wabah virus corona dan/atau lockdown pemerintah dapat menjadi peristiwa force majeur jika memenuhi unsur-unsur:
  1. kejadian yang tidak terduga;
  2. adanya halangan;
  3. tidak disebabkan oleh kesalahan debitur; dan
  4. tidak dapat dibebankan risiko kepada debitur.
 
Kemudian, jika dalam perjanjian tegas dinyatakan keadaan outbreak atau lockdown sebagai peristiwa force majeur, maka dapat dijadikan alasan force majeur. Jika tidak dinyatakan tegas dalam perjanjian, maka yang harus diperhatikan adalah prestasinya, bukan semata peristiwanya. Jika keadaan force majeur sifatnya sementara, maka hal ini hanya menunda kewajiban debitur dan tidak dapat untuk mengakhiri perjanjian kecuali disepakati lain oleh para pihak.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.