Rabu, 29 May 2019

Tips Menjaga Source Code Program Milik Perusahaan

Tips Menjaga Source Code Program Milik Perusahaan

Pertanyaan

Saya punya pertanyaan. Saya ingin membuat perusahaan di bidang jasa pembuatan web. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana solusi dan antisipasi agar programmer yang bekerja di perusahaan dan juga membuat aplikasi tersebut tidak mengambil/mengkopi source code yang dibuatnya untuk perusahaan? Karena dikhawatirkan tindakan pengkopian tersebut merugikan perusahaan, jika mungkin dia sebarluaskan. Perlukah di awal kerja dibuat perjanjian hitam di atas putih? Jika iya, saya mesti berpedoman pada pasal berapa?  

Ulasan Lengkap

 
Definisi
Dilansir dari laman TechTerms yang merupakan kamus daring gratis untuk istilah komputer dan internet, source code didefinisikan sebagai berikut:
 
Every computer program is written in a programming language, such as Java, C/C++, or Perl. These programs include anywhere from a few lines to millions of lines of text, called source code.
 
Source code, often referred to as simply the "source" of a program, contains variable declarations, instructions, functions, loops, and other statements that tell the program how to function.
 
Dapat dipahami dari definisi di atas, bahwa source code merupakan kumpulan baris teks yang berisikan bahasa pemrograman untuk suatu program komputer.
 
 
Menjaga Source Code
Untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembuatan web, perlindungan akan source code menjadi hal yang sangat penting dan mendasar untuk dilakukan. Sebelum kami menjawab, kami akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian tentang source code secara normatif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP PSTE”).
 
Source code atau kode sumber berdasarkan penjelasan Pasal 8 ayat (1) PP PSTE didefinisikan sebagai berikut:
 
Suatu rangkaian perintah, pernyataan, dan/atau deklarasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer yang dapat dibaca dan dipahami orang.
 
Source code berisi sekumpulan instruksi komputer yang biasanya berbentuk teks yang berfungsi memberi perintah kerja komputer atau suatu perangkat untuk menjalankan fungsi tertentu.
 
Source code termasuk dalam program komputer. Berdasarkan Pasal 40 ayat (1) huruf s Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), program komputer juga termasuk ke dalam ciptaan yang dilindungi.
 
Hak cipta source code yang dibuat oleh programmer Anda pada dasarnya adalah milik penciptanya (programmer itu sendiri). Namun demikian, jika terdapat perjanjian yang menyebut bahwa programmer Anda akan menyerahkan hak tersebut kepada perusahaan, maka perusahaan atau Anda berhak sebagai Pemegang Hak Cipta atas source code tersebut.
 
Namun, jika tidak ada perjanjian sebagaimana dimaksud, maka programmer secara hukum dianggap sebagai pencipta dan pemegang hak cipta. Dasarnya adalah Pasal 36 UU Hak Cipta yang berbunyi:
 
Kecuali diperjanjikan lain, Pencipta dan Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan yaitu pihak yang membuat Ciptaan.
 
Meskipun tidak bersifat wajib dicatatkan, mengingat rentannya source code untuk diduplikasi, ada baiknya jika pencipta atau pemegang hak cipta source code mencatatkannya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas karyanya tersebut. Source code wajib diberikan ketika akan melakukan pencatatan hak cipta berupa program komputer. Dengan demikian, dalam hal terjadi sengketa di pengadilan, bukti ciptaan terdaftar dapat digunakan sebagai dasar pembuktian kepemilikan hak cipta tersebut.
 
Penegasan atas perlindungan karya intelektual (termasuk source code) juga tercantum dalam Pasal 25 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”) yang menyebutkan bahwa:
 
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
 
Kedua undang-undang tersebut dapat menjadi dasar hukum atas perlindungan hak cipta atas source code tersebut disamping perjanjian yang telah disepakati antara Anda dengan programmer Anda.
 
Terkait antisipasi perlindungan source code di lingkungan internal perusahaan, dalam konteks legal kami menyarankan agar Anda sebagai pemilik perusahaan membuat Non-Disclosure Agreement (“NDA”) atau perjanjian yang mengatur pembatasan bahkan larangan bagi karyawan Anda untuk men-disclose informasi penting milik perusahaan (termasuk source code). Atau setidaknya, dalam perjanjian kerja antara Anda dan karyawan Anda, disebutkan klausul kewajiban karyawan untuk merahasiakan semua informasi penting milik perusahaan termasuk didalamnya informasi/dokumentasi tentang source code.
 
Ulasan selengkapnya mengenai Non-Disclosure Agreement (NDA) silakan simak artikel Jika Tidak Menandatangani Non-Disclosure Agreement.
 
Jika web atau software yang Anda buat bersifat spesifik atau unik pada bidang tertentu, Anda dapat juga membuat Non-Competition Agreement (“NCA”), yakni kesepakatan bersama antara Anda dan programmer Anda yang menyebutkan klausul bahwa programmer Anda tidak akan memanfaatkan informasi penting milik anda (termasuk source code yang telah diserahkan kepada perusahaan) untuk menjadi pesaing Anda dibidang yang sama dikemudian hari selama jangka waktu tertentu yang disepakati.
 
Antisipasi perlindungan lainnya adalah jika misalkan source code perusahaan Anda harus diserahkan ke pihak pengguna/customer (misalnya softwareyang dibuat untuk instansi pemerintah), dengan kesepakatan bersama, source code dan dokumentasinya dapat disimpan pada pihak ketiga yang terpercaya atau source code escrow. Yaitu profesi atau pihak independen yang berkompeten menyelenggarakan jasa penyimpanan source code/kode sumber program komputer atau perangkat lunak. Dengan demikian, kerahasaiaan akan source code milik perusahaan Anda tetap terjaga dengan baik.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
 
Referensi:
TechTerms, diakses pada Senin, 27 Mei 2019, pukul 14.12 WIB.
 

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua