Senin, 25 Oktober 2010
Dibaca: 9826
Pertanyaan :
Saksi Fakta
Apakah saksi fakta dalam suatu kasus pidana harus diperiksa atau memberi kesaksian terlebih dahulu di tingkat penyidikan dan setelah itu baru memberikan kesaksian di pengadilan? Bagaimana pengaturannya menurut KUHAP dan di mana dasar hukumnya? Bagaimana pula praktek hukum yang berlangsung di lapangan?
Jawaban :

Saksi fakta yang anda tanyakan merujuk pada alat bukti keterangan saksi yang diatur dalam pasal 184 ayat (1) KUHAP. Pasal 185 ayat (1) KUHAP menyatakan bahwa keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.

 

Mengenai tata cara pemeriksaan saksi yang Anda tanyakan, pasal 160 ayat (1) huruf c KUHAP mengatur bahwa dalam hal ada saksi yang diminta oleh terdakwa atau penasihat hukum atau penuntut umum selamã berlangsungnya sidang atau sebelum dijatuhkannya putusan, hakim ketua sidang wajib mendengar keterangan saksi tersebut. Jadi, diperbolehkan untuk terdakwa/penasihat hukum/penuntut umum untuk mengajukan saksi baru pada saat sidang berlangsung atau sebelum dijatuhkan putusan.

 

Demikian jawaban singkat dari kami, semoga bermanfaat.

 
Dasar hukum:

Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.