Sementara itu, warna biru laut gelap (navy blue) dipilih karena melambangkan kepercayaan, kebijaksanaan (wisdom), kecerdasan, dan keandalan. Nilai-nilai ini menjadi panduan Bagus Enrico dalam bekerja. Bagus berharap kantor hukum yang telah ia dirikan bersama Enrico Iskandar itu bisa menjadi penasihat strategis dan mitra diskusi yang dapat diandalkan oleh klien.
Salah satu elemen desain yang menarik perhatian adalah garis di tengah logo. Garis ini menjadi simbol integritas, professionalism dan independensi, yaitu nilai-nilai utama yang selalu dipegang teguh oleh Bagus Enrico.
“Kami percaya bahwa untuk memberikan layanan hukum yang terbaik, kami harus tetap independen, profesional dan menjaga integritas. Ini adalah dasar kejujuran dan keteguhan kami dalam menjalankan tugas,” Bagus menambahkan.
Transformasi logo ini juga mencerminkan perjalanan panjang Bagus Enrico selama 15 tahun berkiprah di industri hukum. Logo ini merupakan legacy yang mencerminkan pengalaman, kapabilitas, dan kompetensi Bagus Enrico selama bertahun-tahun. Logo ini diartikan sebagai simbol keseimbangan antara pengalaman masa lalu dan visi Bagus Enrico ke depannya.
“Logo baru ini harus menjadi logo yang tetap mengakar dari apa yang menjadi awal pendirian kantor ini 15 tahun lalu. Logo baru ini tidak meninggalkan nilai-nilai yang membuat kami berkembang sejauh ini, tapi menyelaraskan citra dan reputasi kami untuk tetap relevan dengan kebutuhan layanan hukum yang berubah dari masa ke masa. Kami siap menyambut apa yang ada di masa depan dan berharap terus berkembang bersama,” imbuh Enrico Iskandar selaku Partner Bagus Enrico dalam kesempatan yang sama.
Konsistensi dan Inovasi di Perjalanan 15 Tahun
Dua founders Bagus Enrico, merupakan dua kawan lama yang tergabung di satu kantor hukum besar saat lulus dari sarjana hukum. Keduanya kurang lebih menimba ilmu selama delapan tahun di kantor hukum tersebut. Kemudian keduanya memutuskan untuk kembali bersama setelah melalui perjalanan karirnya masing-masing di tempat berbeda, dan kemudian mendirikan kantor hukum sendiri yang hingga saat ini kian bertumbuh pesat.
“Kami sudah mengetahui gaya kerja satu sama lain. Begitupun dengan cara berpikir dan kolaborasi pikiran. Dari memulai menyewa ruangan kecil, hingga kini punya kantor di gedung. Sungguh banyak momen dan memori bersama, baik itu yang menantang hingga yang menempa diri dengan berbagai pengalaman,” jelas Enrico.
















