Utama

6 Cara Firma Hukum Menghadapi Tantangan Resesi

Melindungi cash flow dan basis pelanggan; keberagaman penawaran firma hukum; investasi terhadap teknologi yang tepat; menginvestasikan diri dan bisnis sendiri; memotong pengeluaran berlebihan; serta membangun recurring revenue model dan meningkatkan cadangan.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi: BAS
Ilustrasi: BAS

Pandemi Covid-19 telah berimbas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat dunia. Salah satu sektor yang sangat terdampak dari pandemi adalah sektor perekonomian. Hal itu berdampak pula pada industri jasa hukum yang harus bersiap menghadapi tantangan resesi. Meski resesi mengkhawatirkan, namun hal itu dapat menjadi peluang bagi firma hukum untuk terus bertahan dan berkembang. 

Keputusan dan tindakan yang baik dan tepat dapat membantu keberlangsungan law firm agar tetap bertahan dan berkembang di masa ekonomi yang sulit. Untuk itu, Legal Talk Network sebagaimana dikutip dari laman resminya menyajikan 6 cara bagi firma hukum mempersiapkan diri menghadapi resesi.

Pertama, melindungi cash flow dan basis pelanggan. Jika tidak ada arus masuk dan arus kas keluar yang sehat, maka firma akan dapat mengalami kegagalan. Untuk itu, meminimalisir pengeluaran menjadi kunci pengendalian cash flow. Termasuk menjaga hubungan positif dengan klien yang akan membantu mempertahankan dan mengembangkan eksistensi dari firma hukum.

Baca Juga:

Kedua, keberagaman penawaran firma hukum. Tentunya sebagai bagian industri jasa hukum, penting untuk memperhatikan seksama terkait layanan apa saja yang ditawarkan firma hukum dan bagaimana melakukan penawarannya. Dengan demikian, keberagaman dari penawaran firma hukum akan bisa membantu mengurangi risiko bisnis jika terjadi resesi.

Menurut Legal Talk Network itu, memperluas layanan ke audiens yang lebih besar, portofolio layanan, serta keberagaman kekuatan tenaga kerja akan baik dilakukan. Keberagaman yang dilakukan firma hukum akan dapat memberi lebih banyak lagi layanan dengan ragam cara yang dapat berimplikasi pada aliran pendapatan yang lebih besar.

Ketiga, investasi terhadap teknologi yang tepat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perlu berpikir maju dan melakukan investasi dalam teknologi yang dirasa tepat bagi firma hukum. Pasalnya, dengan penggunaan teknologi yang tepat guna akan dapat menghemat uang, bekerja lebih efisien, melakukan pelayanan bagi klien lebih baik, dan bisa berfokus lebih terhadap aktivitas sehari-hari yang berkontribusi pada keuntungan firma hukum.

Tags:

Berita Terkait