7 Ciri Perusahaan Pergadaian Ilegal yang Perlu Diketahui
7 Ciri Perusahaan Pergadaian Ilegal yang Perlu Diketahui
Berita

7 Ciri Perusahaan Pergadaian Ilegal yang Perlu Diketahui

Bila masyarakat ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai, sebaiknya perusahaan pergadaian tersebut terdaftar di OJK.

Oleh:
M. Agus Yozami
Bacaan 3 Menit

2 - Penaksiran atas barang jaminan gadai tidak tersertifikasi

Proses penaksiran barang jaminan yang dilakukan oleh pelaku usaha pergadaian tidak boleh sembarangan. Setiap penaksiran harus tersertifikasi dan bahkan para penaksir dalam perusahaan pergadaian yang legal juga harus melewati berbagai macam pelatihan dan memiliki sertifikasi sebagai penaksir. Jadi, pastikan konsumen teliti dan amati perusahaan pergadaian tersebut secara mendalam sebelum bertransaksi.

3 - Suku bunga yang dikenakan nilainya tinggi

Memberikan suku bunga yang menggiurkan kepada konsumen adalah cara ampuh dilakukan oleh oknum tertentu. Hal ini bukan hanya di pergadaian, tapi di seluruh industri jasa keuangan. Meski demikian, hal ini relatif mudah diidentifikasi. Namun, untuk hal ini konsumen hanya perlu mengingat 2L, yakni Legal dan Logis, apakah suku bunga yang diberikan logis (relatif lebih rendah) dengan membandingkan tingkat suku bunga tersebut dengan suku bunga kredit perbankan maupun produk keuangan lainnya. (Baca: Konsumen Perlu Tahu! Ini 6 Jenis Biaya di Balik Pembelian Rumah)

4 - Uang kelebihan dari lelang atau penjualan barang jaminan gadai tidak transparan dan tidak dikembalikan kepada konsumen

Uang kelebihan lelang merupakan hak nasabah. Uang kelebihan lelang adalah uang yang dapat dikembalikan kepada nasabah atas hasil penjualan secara lelang atas barang jaminan sebesar selisih antara hasil penjualan lelang setelah dikurangi uang pinjaman, sewa modal, dan biaya lain-lain. Dalam praktiknya, perusahaan pergadaian wajib memberitahukan kepada nasabah mengenai adanya uang kelebihan lelang tersebut dan uang tersebut dapat diambil selama 1 (satu) tahun sejak tanggal pelelangan. Jika lewat dari masa tersebut dan nasabah tidak mengambil uang kelebihan lelangnya, maka nasabah dianggap setuju untuk menyalurkan uang kelebihan tersebut sebagai dana kepedulian sosial.

5 - Barang jaminan gadai tidak diasuransikan

Konsumen perlu berpikir kritis, apakah barang yang digadaikan akan aman keberadaannya dari kerusakan ataupun kehilangan? Dalam perusahaan pergadaian yang legal, semua barang jaminan diasuransikan untuk meminimalisir segala potensi risiko kerusakan ataupun kehilangan. Bila perusahaan pergadaian tida ada asuransi bagi barang jaminannya maka hal itu perlu dipertanyakan.

6 - Surat bukti gadai tidak terstandarisasi dan cenderung menguntungkan pelaku usaha pergadaian

Surat bukti gadai dari perusahaan ilegal biasanya memiliki kualitas yang rendah dan gampang rusak. Selain itu, isi dari surat bukti gadainya justru bisa merugikan konsumen seperti mencantumkan ketentuan-ketentuan yang bisa memberatkan konsumen saat ingin melakukan penebusan barang jaminan gadai. Jadi, pastikan setiap klausulnya

7 - Tidak memiliki tanda terdaftar atau izin usaha pergadaian dari OJK

Terakhir dan paling penting adalah konsumen perlu memastikan terlebih dahulu bahwa perusahaan pergadaian yang dituju sudah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Tags:

Berita Terkait