Berikut percakapan Eni dan Kotjo yang dibuka penuntut umum dalam persidangan:
Percakapan Pertama | Percakapan Kedua |
Eni: Pak Kotjo aku dibantu dulu buat pilkada suami dong...butuh 2 M buat mesin partai | Eni: Sebelum lebaran harus sudah ada pak karena pilkada tanggal 27 Juni |
Terkait percakapan kedua adanya permintaan uang Rp10 miliar, Kotjo tidak bisa memberikannya karena uang tersebut diperlukan untuk membayar gaji pegawai. Akhirnya ia hanya memberikan Rp250 juta.
Setelah Pilkada selesai dan suaminya terpilih menjadi Bupati Temanggung, Eni kembali meminta uang kepada Kotjo. “Pak terima kasih suami saya sudah menang. Pak bisa bantu (Rp 500 juta), saya mau kasih orang yang bantu memenangkan suami saya. Ya bolehlah oke, nanti saya kasih," kata Kotjo menirukan ucapan permintaan Eni.
Dan ternyata pemberian uang Rp500 juta itulah menjadi akhir sepak terjang Eni dan Kotjo dalam kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1. Penyidik KPK menangkap perantara penerima uang tersebut yang berlanjut melakukan penangkapan kepada Eni dan Kotjo di tempat berbeda.
Terkait adanya uang yang digunakan untuk Pilkada Temanggung, KPK sendiri memang sudah mengantongi informasi tersebut. Pada Selasa (13/11) kemarin, penyidik memeriksa seorang anggota DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro bersama tiga orang pihak swasta yaitu Jumadi, Rochmat Fauzi Trioktiva, dan Mahbub.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan keempat saksi ini diduga merupakan bagian dari tim sukses, salah satu pasangan calon di Pilkada Temanggung. "Kami mendalami informasi tentang dugaan aliran dana terkait PLTU Riau-1 untuk salah satu kontestan pada pilkada di Temanggung," terang Febri.
Sedangkan terkait sejumlah fakta yang muncul dalam persidangan termasuk adanya aliran dana ini, Febri mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut. “Nanti kami informasikan ada beberapa saksi memang yang perlu kami panggil untuk tersangka IM (Idrus Marham) sebagian sudah pernah diperiksa untuk tersangka Eni. Namun ada juga saksi baru kemarin yang kami panggil, misalnya terkait dugaan aliran dana dalam Pilkada Temanggung itu jadi salah satu poin yang kami dalami,” jelas Febri.
















