Dafi memaparkan alumni FHUI 1993 merupakan satu-satunya angkatan yang punya yayasan untuk memberikan edukasi gratis pada anak usia dini dari kalangan keluarga kurang mampu. Yayasan itu bernama Kocak dan tahun 2023 para donatur dari alumni FHUI tahun 1993 memberikan umroh kepada 3 guru pendidikan anak usia dini (Paud) Kocak, membiayai 9 Paud secara gratis, dan 1 tempat pendidikan Al-Quran (TPA). Kemudian terlibat juga dalam zakat mal, qurban, menyelenggarakan sentra masak dan parenting untuk guru dan orang tua.
“Untuk reuni 30 tahun, alumni FHUI akan mengadakan kunjungan ke 30 Paud, memberikan buku cerita anak 100 buku cerita untuk setiap Paud,” ujar Dafi.
Tak ketinggalan Dafi menekankan yang diperlukan adalah bersatu. Perbedaan yang ada tidak perlu dicari tapi persatuan perlu dibentuk dan diperjuangkan. Dia mengingatkan masa orientasi ketika awal masuk kampus dulu sempat disurun menunduk, jalan jongkok, lompat kodok dan lainnya. Tapi teman-teman satu angkatan tetap menyatu dalam tekanan. Menyatu dalam kenangan dan kebersamaan.
Mengutip Almagfurlah KH.Hasyim Muzadi, Dafi mengatakan “bahwa yang sama jangan dibedakan dan yang beda jangan disamakan’. Intinya, menjadikan sebuah perbedaan menjadi suatu ‘rahmat’ yang bisa menyenangkan dan saling menguatkan satu sama lainnya.
















