PT Aneka Tambang (Antam) Tbk berjanji untuk mematuhi prinsip good mining practices untuk melanjutkan rencana penambangan pasir besi di Lumajang, Jawa Timur. “Hal serupa diterapkan pula dalam setiap kegiatan pertambangan,” tutur Bimo Budi Satriyo, sekretaris perusahaan Antam seperti dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi, Senin (12/7).
Bimo menyampaikan ini karena masyarakat sekitar penambangan menolak rencana penambangan pasir besi. Pekan lalu, ratusan warga berunjuk rasa di Balai Desa Wotgalih, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (8/7). Mereka mendesak Kepala Desa Sunoto agar membuat pernyataan penolakan atas keberadaan penambangan pasir PT Antam. Aksi tersebut juga dipicu oleh temuan warga berupa surat pernyataan persetujuan warga dan ditandatangani mereka yang membolehkan PT ARI melakukan kegiatan penambangan.
Bimo menjelaskan, sejak tahun 2004, Antam tidak lagi mengoperasikan tambang pasir besi. Wilayah bekas pertambangan pasir besi Antam yang masih ada telah diambil alih pengelolaannya oleh salah satu anak perusahaan Antam, yaitu PT Antam Resourcindo (PT ARI).
Rencana PT ARI melakukan penambangan pasir besi di wilayah Lumajang, Jawa Timur, masih menunggu keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) Produksi dan izin AMDAL. “Keduanya masih dalam tahap proses,” ungkap Bimo.
Corsec Antam ini menyatakan, PT ARI akan memperhatikan masukan-masukan dari seluruh stakeholders yang terlibat, termasuk masyarakat dan pemerintah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dia tambahkan, jika semua masukan dari para stakeholders tersebut telah dimasukkan dan berdasarkan studi kelayakan PT ARI menilai masih ekonomis, maka pengembangan tambang pasir besi tersebut akan dilanjutkan ke tahap eksploitasi.
Bimo menyatakan dalam setiap kegiatan pertambangan, Antam selalu memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan, yang berpedoman pada dokumen lingkungan hidup seperti Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Dokumen Rencana Penutupan Tambang (RPT), serta memperhatikan kultur sosial dan upaya pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.
















