“Undang-undang profesi itu sudah lama kita gaungkan. Saya pribadi memiliki konsep tentang bagaimana seharusnya undang-undang ini memuat perlindungan dan batasan yang jelas terhadap peran Dewan Kehormatan. Kita perlu memastikan ada sistem yang melindungi anggota dari tekanan eksternal yang bisa merusak independensi,” ujarnya.
Selain itu, Anthony mengusulkan adanya alokasi anggaran organisasi sebesar 25 persen untuk bidang pembelaan profesi. Ia menyebut bahwa selama ini bidang pembelaan kerap mengalami kesulitan dalam mendapatkan dukungan anggaran, padahal fungsi tersebut vital dalam menjaga kehormatan profesi.
“Jangan sampai kita punya anggota yang menghadapi masalah hukum atau etika tapi tidak punya dukungan memadai dari organisasi. Saya ingin memastikan bidang pembelaan mendapatkan tempat yang layak, baik secara kelembagaan maupun pendanaan,” tegasnya.

Foto para pendukung pasangan 3P saat acara pendeklarasian Anthony Prawira sebagai Caketum AKPI periode 2025-2028. .
Dalam kesempatan yang sama, Anthony juga menyinggung perlunya modernisasi sistem organisasi melalui digitalisasi. Menurutnya, AKPI perlu mengadopsi sistem kerja berbasis teknologi agar efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan.
Lebih jauh, Anthony menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi profesi tidak bisa dijalankan dengan ego dan kekuasaan semata. Ia mengajak seluruh anggota untuk membangun AKPI dengan semangat kolaborasi, kejujuran, dan kepercayaan.
Sementara itu, Ariyo Priyambodo, yang turut mencalonkan diri sebagai Calon Sekretaris Jenderal AKPI, menyatakan komitmennya untuk mendukung sepenuhnya visi yang diusung Anthony dan Riyo. Ariyo juga menyampaikan beberapa program yang akan mereka jalankan jika terpilih nanti, khususnya dalam memperluas jangkauan organisasi dan meningkatkan pelayanan terhadap anggota.
















