“Sudah saatnya AKPI memiliki program yang menyatukan senior dengan junior. Senior berbagi pengalaman, dan junior menunjukkan kapasitas. Hubungan dua arah ini yang akan membuat organisasi terus hidup dan berkembang,” kata Riyo.

Calon Ketua Umum (Caketum) Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025-2028; Anthony Prawira memberikan sambutan dalam acara Deklarasi 3P di Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/6).
Selain itu, sebagai Caketum, Anthony menyampaikan rasa syukurnya karena diberi kesempatan untuk berkumpul bersama para anggota dan pengurus AKPI. Ia mengakui bahwa perjalanan panjangnya dalam organisasi telah membentuk keyakinan kuat bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam memperkuat profesi kurator.
“Saya ingin memulai dengan ucapan terima kasih dan syukur kepada para senior, rekan-rekan, dan seluruh anggota yang hadir. Saya sudah cukup lama berada di AKPI, dan selama itu saya menyadari satu hal, pendidikan adalah inti dari keberlangsungan organisasi kita. Tanpa pendidikan, kita tidak akan mampu menciptakan regenerasi yang kuat,” ujar Anthony.
Anthony menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah lelah memperjuangkan penguatan sistem pendidikan dan pelatihan dalam AKPI. Ia menilai bahwa para anggota membutuhkan akses pendidikan yang merata dan berkesinambungan agar bisa beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem akreditasi profesi yang tidak hanya administratif, tetapi juga substantif.
“Saya ingin menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya formalitas, tetapi membentuk kurator-kurator yang tangguh, paham etika, dan mampu menjaga integritas profesi. Saya percaya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang serius mendidik anggotanya,” katanya.
Tak hanya itu, Anthony menyoroti urgensi pengesahan Undang-Undang Profesi Kurator yang selama ini menjadi wacana tetapi belum kunjung terealisasi. Ia menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut harus didorong agar menjadi payung hukum yang melindungi hak dan kewajiban para kurator.
















