Buku Hukum Administrasi Negara ini disusun dengan tiga pendekatan yakni konsep (teori dan dokrin), norma yang dirujuk, dan contoh studi kasus. Misalnya, norma dalam UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan perubahannya, UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, UU yang relevan seperti UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, termasuk studi kasus-kasus terbaru.
“Isinya mereflesikan hal-hal mendasar tentang tinjauan umum hukum administrasi negara, asas-asas, perbuatan pemerintah, keputusan pemerintah, penegakan hukum administrasi termasuk proses peradilannya (PTUN, red),” ujar Oce Madril.
Oce berharap dengan membaca buku ajar yang memuat 3 pendekatan itu mahasiswa dan dosen bisa memahami materinya secara utuh. “Dengan membaca teori, dokrin, normanya, mempelajari studi kasusnya, mahasiswa dan dosen dapat memahaminya secara utuh.”
Berikut Tim Penulis yang terdiri dari nama 14 yakni Prof H.M. Galang Asmara, Prof Retno Mawarini Sukmariningsih, Prof Elita Rahmi, Prof Nunuk Nuswardani, Dr. Oce Madril, Dr. Jemmy Pietersz, Dr. Muhamad Sadi Is, Dr. Himawan Estu Bagijo, Dr. Dian Puji Simatupang, Dr. W. Riawan Tjandra, Dr. A’an Efendi, Dr. Zulkifli Aspan, Dr. Tedi Sudrajat, Muhammad Azhar, S.H., M.H.
Buku ini terdiri dari 13 Bab yang masing-masing judul bab secara berurutan yakni Hukum Administrasi Negara; Kedudukan Hukum Administrasi Negara dan Hubungannya dengan Ilmu Lain; Sumber-Sumber Hukum Administrasi Negara; Kewenangan Pemerintah; Asas Umum Pemerintahan yang Baik; Susunan Organisasi Pemerintahan; Tindakan Pemerintahan dan Instrumen Pemerintahan; Keputusan Tata Usaha Negara; Hukum Anggaran Negara dan Keuangan Publik; Kepegawaian; Penegakan Norma Hukum Administrasi Negara; Perbuatan Melanggar Hukum oleh Pemerintah; Peradilan Tata Usaha Negara.
Di awal buku ini ada Kata Sambutan dari Hakim Konstitusi sekaligus Guru Besar Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof Guntur Hamzah. Dan Kata Pengantar dari Sekjen APHTN-HAN sekaligus Guru Besar dan Dekan FH Universitas Jember Prof Bayu Dwi Anggono.
















