Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas berharap Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan mengadukan karyawannya ke polisi. Menurutnya, pengaduan diperlukan mengingat tuduhan miring itu ditujukan kepada seorang ketua lembaga peradilan tertinggi. Hal tersebut disampaikan Busyro, usai melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (6/10).
Kalau seorang Ketua MA difitnah seperti itu, saya harap dengan sangat Ketua MA Bagir Manan sebaiknya segera mengadukan karyawan tadi ke polisi, pinta Busyro.
Busyro menambahkan, dirinya dan Ketua KPK Taufiequrahman Ruki mempunyai pemahaman yang sama. Kata dia, dengan adanya pengakuan dari karyawan MA yang menyatakan uang tersebut untuk Bagir--dan itu telah disangkalnya--agar duduk persoalannya jelas dirinya berharap Bagir mengadukan ke Kepolisian. Seorang Ketua MA harus di-protect kalau ia difitnah, tegas Busyro.
Di mata Busyro, jika pengaduan Bagir ke polisi diproses sampai di pengadilan, maka masyarakat bisa menilai kebenarannya.
Sebelumnya, pada 30 September lalu lima pegawai MA dan Harini Wijoso, mantan hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta ditangkap oleh KPK. Sudi Ahmad (staf Korpri MA) mengaku jika uang sebanyak Rp1,5 miliar yang ditemukan KPK di gedung MA rencananya akan diberikan ke Ketua MA dalam rangka memuluskan perkara korupsi Probosutedjo yang masih dalam proses kasasi.
Nota kesepahaman
Tentang agenda audiensi antara KY dan KPK sendiri, Busyro menyatakan jika hal ini sebenarnya rencana yang tertunda. Dalam pertemuan tersebut, dibahas kewenangan KY untuk menyehatkan badan peradilan. Selain KY dan KPK, akan dilibatkan pula lembaga negara yang terkait dengan penegakan hukum yaitu Kepolisian, Kejaksaan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dikatakannya, program kerjasama yang nanti akan dituangkan dalam nota kesepahaman tersebut meliputi tiga aspek, yaitu aspek manajemen personil, penanganan perkara dan penyelesaian perkara—mulai dari pendaftaran sampai pada putusan.
Jika nota kesepahaman telah rampung, baru akan dikoordinasikan dengan MA. MA adalah mitra utama kami dan kami berkepentingan MA bisa bersama-sama untuk membangun sistem yang inklusif, demikian Busyro.
















