Berita

Beberapa Bantuan UMKM Guna Pulihkan Ekonomi Nasional

Ada bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro dan kecil sebesar Rp2,4 juta melalui rekening penerima bantuan. Pemerintah juga menetapkan skema KUR Super Mikro yang khusus untuk buruh terkena PHK atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

Oleh:
Ady Thea DA
Bacaan 2 Menit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: RES
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: RES

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meredam dampak pandemi Covid-19 terutama di sektor pemulihan ekonomi. Setelah menerbitkan kebijakan untuk kalangan industri, sekarang giliran pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) yang bakal menerima bantuan modal kerja guna menggeliatkan kegiatan ekonomi di sektor ini.  

Presiden Joko Widodo menyebutkan dalam waktu dekat pihaknya akan menyerahkan bantuan modal kerja bernama Bantuan Presiden Produktif kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Bantuan ini ditujukan untuk tambahan modal kerja yang diharapkan dapat meringankan beban pelaku usaha mikro dan kecil.

Jokowi menjelaskan bantuan ini langsung diberikan nantinya sebesar Rp2,4 juta melalui rekening penerima bantuan. Menurutnya Jokowi penurunan ekonomi dirasakan semua pelaku usaha termasuk mikro dan kecil akibat dampak pandemi dalam beberapa bulan terakhir.  

“Keadaannya memang seperti itu dan itu dialami oleh semua negara. Semuanya memang terkena pandemi ini. Memang ini sebuah cobaan dan ujian untuk kita bersama, tetapi saya meyakini Insya Allah kalau kita kerja keras kita akan bisa lepas dari ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita,” katanya sebagaimana dilansir Presidenri.go.id, Rabu (22/8/2020) kemarin. (Baca Juga: Mempertanyakan Efektivitas Kebijakan Stimulus UMKM Melalui Bank)

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemulihan ekonomi nasional dapat dilakukan, salah satunya dengan cara mendorong kebangkitan UMKM. “Dalam rangka pemulihan ekonomi, Indonesia membutuhkan dunia usaha termasuk UMKM lokal untuk segera bangkit,” ujarnya sebagaimana dikutip ekon.go.id, Sabtu (22/8)/2020.

Airlangga menyebut UMKM berperan Besar terhadap PDB Indonesia. Sebab, segmen UMKM tercatat mempekerjakan sekitar 116,9 juta pekerja pada tahun 2018 dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Pada tahun yang sama kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 61 persen.

Dari beberapa catatan itu, Airlangga menjelaskan UMKM juga berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Dukungan dunia usaha termasuk UMKM sangat diperlukan agar perekonomian Indonesia tidak mengalami perlambatan dan mampu tumbuh pada triwulan III dan IV Tahun 2020. Lebih luas lagi, dukungan semua pihak dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi baik pemerintah pusat dan daerah, lembaga penyalur dan penjamin kredit usaha rakyat (KUR), dan partisipasi UMKM.

Tags:

Berita Terkait