Begini Mekanisme Pembayaran Manfaat Jaminan Pensiun
Terbaru

Begini Mekanisme Pembayaran Manfaat Jaminan Pensiun

Setiap 3 tahun sekali sejak 2019 usia pensiun bertambah 1 tahun sampai mencapai usia pensiun 65 tahun. Usia pensiun tahun 2022 berarti 58 tahun.

Oleh:
Ady Thea DA
Bacaan 2 Menit
Layanan klaim BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta. Foto Ilustrasi: RES
Layanan klaim BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta. Foto Ilustrasi: RES

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan 5 program jaminan sosial meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKm). Terbaru, sebagaimana mandat UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga menyelenggarakan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Belakangan mekanisme klaim program JHT sebagaimana diatur dalam Permenaker No.2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT menuai protes kalangan buruh. Beleid ini mengatur manfaat JHT baru diberikan/dinikmati setelah buruh/pekerja mencapai usia pensiun yakni 56 tahun.

Padahal sebelumnya buruh yang berhenti bekerja, misalkan mengundurkan diri atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa langsung mengambil manfaat JHT secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tunggu 1 bulan. Nah, sekarang usia pensiun 56 tahun menjadi patokan untuk bisa mendapatkan manfaat JHT.

(Baca Juga: Polemik Klaim JHT, Apa Bedanya dengan Jaminan Pensiun)

Di sisi lain, usia pensiun juga menjadi acuan untuk mengklaim manfaat program Jaminan Pensiun (JP). Tapi usia pensiun yang diatur dalam program JP sedikit berbeda dengan JHT. Untuk JP usia pensiun yang ditetapkan pada tahun 2019 yakni 57 tahun.

Terhitung sejak 2019, usia pensiun bertambah 1 tahun setiap 3 tahun. Berarti usia pensiun tahun 2022 yaitu 58 tahun. Penambahan usia pensiun itu berlaku sampai usia pensiun mencapai 65 tahun. Pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program JP yang digelar BPJS Ketenagakerjaan ini.

“Pemberi Kerja wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan mengisi formulir pendaftaran,” demikian bunyi Pasal 7 ayat (1) Permenaker No.29 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran dan Penghentian Manfaat JP.

Manfaat pensiun dapat diajukan oleh peserta atau ahli waris yang terdaftar sebagai penerima manfaat pensiun di BPJS Ketenagakerjaan. Jika peserta telah masuk usia pensiun, tapi masih dipekerjakan, peserta dapat memilih untuk menerima manfaat JP pada saat mencapai usia pensiun atau ketika berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 tahun setelah usia pensiun.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait