Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan sekitar 250 karyawannya mencapai nilai TOEFL 600 pada tahun 2011. Hal ini dimaksudkan agar hubungan dengan investor, terutama investor asing, lebih mudah.
''Selama ini memang ada keluhan mengenai kesulitan komunikasi dengan investor asing. Kendalanya mengenai pemahaman bahasa. Karena itu, kita usahakan karyawan bisa mempelajari Bahasa Inggris dengan baik,'' ujar Indra Darmawan, Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM, di Jakarta, Selasa (8/2).
Indra mengungkapkan, hingga saat ini sepanjang tahun 2010 sudah 70 orang pegawai BKPM yang mencapai target tersebut. Mengenai adanya protes dari pegawai BKPM, Indra menepis hal tersebut. ''Memang ada protes tapi hanya sedikit sekali. Perlu diingat, kebijakan ini untuk kebaikan. Toh kursusnya dibayari BKPM,'' tandasnya.
















