Butuh Kepastian Hukum, RUU Pertekstilan Harus Atur Berbagai Instrumen Ekosistem Industri Tekstil
Utama

Butuh Kepastian Hukum, RUU Pertekstilan Harus Atur Berbagai Instrumen Ekosistem Industri Tekstil

Seperti aturan insentif bagi perusahaan tekstil yang berinvestasi dalam pengembangan SDM, mempermudah perizinan agar mampu menyerap banyak tenaga kerja, harmonisasi regulasi, hingga mendorong jalur gas melewati wilayah sentra tekstil seperti Bandung dan Solo.

Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit

“Perlu lembaga khusus untuk koordinasi kebijakan dan respon cepat terhadap krisis,” usulnya.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSYFI), Redma Gita Wirawasta, menegaskan RUU Pertekstilan penting karena sangat strategis dalam menciptakan lapangan kerja. Industri ini juga memberi nilai tambah terhadap sektor lain seperti petrokimia dan minyak mentah.

Hukumonline.com

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSYFI), Redma Gita Wirawasta: Foto: Tangkapan layar youtube

Industri pertekstilan di Indonesia relatif mampu bersaing dengan luar negeri. Tercatat sampai sekarang industri TPT masih melakukan ekspor. Pabrik tekstil yang beroperasi di Indonesia saat ini sudah menggunakan teknologi terbaru.

“Kita bisa berdaya saing karena industri hulu sampai hilir lengkap,” tutupnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info