“Untuk perkembangannya, Alhamdulillah pada tahun 2021 kami masuk ke dalam top 30 largest law firm corporate practices dan pada tahun 2022 di nobatkan sebagai Rising Star Non-Litigation Practice oleh Hukumonline. Kami juga terus berkembang dan menjadi wadah yang inklusif, suportif dan kolaboratif bagi para lulusan hukum yang passionate untuk meniti karir sebagai lawyer, khususnya corporate lawyer,” tuturnya.
Meski memilih tidak meneruskan law firm milik sang ayah, Jamal memiliki kebanggaan dapat mendirikan law firm sendiri apalagi law firm yang ia dirikan memberikan dampak yang baik untuk para kliennya.
“Tentu saja, terlebih lagi ketika saya melihat bahwa jasa hukum yang law firm saya dirikan memberikan impact yang positif bagi kegiatan usaha klien kami. Bagi saya, hal yang dukungan dan kepercayaan dari klien kami adalah hal yang utama, karena kami tumbuh bersama dengan klien kami,” ujarnya.
Hukumonline juga berkesempatan mengetahui kiat-kiat Ahmad Jamal Assegaf dalam berkarier sebagai lawyer yang sudah lama ia tekuni. Selain memiliki ilmu hukum yang mumpuni, terdapat kemampuan lain yang dapat menunjang kesuksesan berkarir sebagai lawyer.
“Kita harus bisa berpikir kreatif dan inovatif, terlebih di era perkembangan transaksi bisnis yang begitu cepat dan dinamis. Kemudian kita harus mengerti keinginan, maksud dan tujuan serta bisnis dari klien, dan implementasikan hal tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak lupa up to date dengan perubahan, membangun networking, dan memegang etika profesional dan integritas,” pungkasnya.
Sementara Managing Partner Adnan Buyung Nasution & Partners (ABNP), Pia Akbar Nasution, bercerita bagaimana dia bisa sukses dalam kariernya seperti sekarang. Pia mengaku baru bergabung di ABNP pada tahun 1997 setelah sebelumnya bekerja di kantor hukum lain.
“Jadi dari situ mulai bersama-sama, mengikuti dari awal. Saya mulai menjadi Junior Lawyer sampai jadi Partner,” kata Pia.
















