Para panelis berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana arbitrase dapat beradaptasi dengan dinamika global yang terus berubah, termasuk perkembangan teknologi dan meningkatnya volume sengketa lintas batas.
Digelar secara hybrid, konferensi tahunan kelima ini mengusung tema ’Young Practice Venturing Into the Future: Multiple Paths in International Arbitration’ dengan menghadirkan beberapa panelis dari berbagai negara.
“Panelis yang hadir merupakan para pakar terkemuka dari berbagai latar belakang, termasuk firma hukum nasional dan internasional, akademisi, dan in-house counsel dari perusahaan multinasional,” Ilman melanjutkan.
Dengan menyelenggarakan acara ini, CIArb Indonesia Chapter dan CIArb YMG East Asia Branch menunjukkan komitmen mereka untuk terus berperan aktif dalam memajukan praktik arbitrase di kawasan Asia.
Peserta yang hadir tidak hanya dari praktisi Indonesia, tetapi juga dari praktisi internasional mulai dari praktisi dari Hong Kong, Taipei, Singapura, Malaysia, Filipina, hingga Taiwan.
Pada malam resepsi tersebut, turut hadir perwakilan Komite Utama CIArb (EAB), Karen Mills dan Co- Founder Indonesian Chapter of the Chartered Institute of Arbitrators (CIArb), Frans H. Winarta.
Co-chair CIArb Indonesia Chapter dan Founding Partner Kantor Hukum Marieta Mauren, Windri Marieta, turut mengapresiasi peserta yang telah aktif berpartisipasi dalam dua hari terakhir. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat lebih terkenal di level internasional, tidak hanya di negara sekitar Indonesia.
















