Duka menyelimuti dunia hukum Tanah Air sepanjang 2025. Sejumlah tokoh hukum ternama yang dikenal atas dedikasi dan kontribusinya bagi perkembangan hukum Indonesia berpulang pada tahun ini. Berikut rangkuman deretan tokoh hukum yang wafat sepanjang tahun 2025.
Diplomat senior dan Pakar Hukum Laut Internasional, Prof. Hasjim Djalal, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu sekitar pukul 16.40 WIB dalam usia menjelang 91 tahun di Jakarta. Kabar ini beredar melalui pesan berantai di grup WhatsApp, Minggu (12/1/2025) malam. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Taman Cilandak III, No. 2, Jakarta Selatan, dan dimakamkan pada Senin (13/1/2025).
Hasjim lahir pada 25 Februari 1934 di Agam, Sumatera Barat. Hasjim meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Yogyakarta, kemudian melanjutkan studinya di University of Virginia, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Laws (LL.M.). Ia menjadi mahasiswa Indonesia pertama di universitas tersebut. Dalam karier diplomatnya, Hasjim pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk PBB (1981-1983); Duta Besar di Kanada (1983-1985); Duta Besar di Jerman (1990-1993); serta duta besar keliling pada masa Presiden Soeharto dan BJ Habibie.
Dosen Hukum Tata Negara FHUI yang juga mantan Ketua Senat Mahasiswa FHUI, Mustafa Fakhri, meninggal dunia pada Senin, 3 Maret 2025. Almarhum dikenal sebagai akademisi yang berdedikasi dalam mengembangkan kajian hukum tata negara di Indonesia. Mustafa telah menjadi staf pengajar di FHUI sejak tahun 2001. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Ilmu Hukum dari FHUI sebelum melanjutkan studi di Northwestern University School of Law, Chicago, dan memperoleh gelar Master of Laws in International Human Rights Law.
Selain aktif mengajar, Mustafa juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI hingga 2022. Ia aktif menjadi konsultan di berbagai lembaga negara seperti MPR, DPD, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kiprahnya telah lama terlihat; sebuah rekaman video menunjukkan debat sengit Mustafa dengan anggota DPR pada tahun 1998 silam saat ia masih menjabat Ketua Senat Mahasiswa FHUI, sementara ayahnya, Ismail Hasan Metareum, menjabat sebagai Wakil Ketua DPR/MPR.
Pakar hukum bisnis dan perbankan serta akademisi senior, Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini, wafat pada Sabtu (10/5/2025) pukul 05.37 WIB di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Beliau meninggal dalam usia 86 tahun. Jenazah almarhum dimakamkan pada hari yang sama setelah salat Asar di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Prof. Sutan Remy dikenal sebagai sosok penting dalam pengembangan hukum perdata. Lahir di Surabaya pada 11 November 1938, beliau meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia pada tahun 1992. Selain akademisi, ia pernah menjabat sebagai Direktur Bank Negara Indonesia (BNI), Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) 2005-2008, serta arbiter senior di BANI.
















