Di UI, Amien Tandatangani Kontrak Politik Agenda Reformasi
Berita

Di UI, Amien Tandatangani Kontrak Politik Agenda Reformasi

Amien Rais, calon presiden (capres) dari Partai Amanat Nasional (PAN), harus ber-solo karir dalam acara debat capres di kampus Universitas Indonesia (UI). Dari lima kandidat presiden, hanya Amien yang hadir dalam acara debat tersebut.

Tri
Bacaan 2 Menit
Di UI, Amien Tandatangani Kontrak Politik Agenda Reformasi
Hukumonline

Dalam pemaparan program-programnya di depan civitas akademika UI, Amien menjanjikan adanya peningkatan lapangan pekerjaan, baik itu bagi kalangan informal maupun kalangan sarjana. Ia menyebutkan, untuk mengurangi pengangguran, akan ditempuh melalui pemberdayaan unit usaha kecil dan menengah. 

"Saat ini ada sekitar 40 juta UKM. Kita berikan kredit bagi mereka untuk perkembangan usahanya, dan masing-masing UKM itu merekrut satu  saja karyawan, maka sudah terbuka lapangan kerja baru sekitar 40 juta lapangan pekerjaan," papar Amien. 

Begitu juga terhadap peningkatan pendidikan. Amien menjanjikan, kalau ia terpilih menjadi presiden maka terhadap perusahaan-perusahaan yang membantu peningkatan pendidikan--seperti pemberian beasiswa, membantu proyek penelitian--akan diberikan insentif berupa pemotongan pajak. 

"Hal ini sama dengan apa yang terjadi Amerika. Ford Foundation, Rockefeller, yang ikut aktif membantu perkembangan pendidikan. Kepada mereka ada insentifnya dari pemerintah," ujar capres yang hadir ke Depok dengan menaiki KRL.  

Sudah dipecat

Dalam acara yang dipandu Andi Malaranggeng, Amien secara lugas menjawab berbagai pertanyaan para mahasiswa mulai dari komitmennya memberantas korupsi, visinya terhadap teknologi, sampai pada jaminan dari dirinya akan mundur kalau dirinya tidak mampu melaksanakan agenda reformasi. 

Ketika ditanya mengenai tersangkutnya anggota DPRD Sumatra Barat yang berasal dari PAN pada kasus korupsi, Amien menegaskan bahwa mereka sudah dipecat dari PAN. "Saya akan memberikan contoh, bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari atas (presiden, red). Insya Allah, kalau presidennya bersih, kebawah juga akan bersih," tutur Amien.   

Keberadaan Amien ke kampus UI dan memaparkan program-programnya, sedikit banyak mengobati kekecewaan civitas akademika UI yang sejak awal menantikan adanya perdebatan bermutu para capres. Tetapi, sebagaimana dituturkan Andi, kalangan civitas UI mempertanyakan kepada para capres yang tidak hadir. Di benak mereka, bagaimana mau bisa memimpin negara, kalau menghadapi mereka (mahasiswa) saja takut.

Acara debat yang diharapkan menjadi ajang para capres memberikan komitmen terhadap kemajuan bangsa tidak berhasil sepenuhnya diwujudkan. Pasalnya,  hanya Amien, satu-satunya capres, yang menandatangani kontrak politik kepada mahasiswa soal komitmennya melaksanakan agenda reformasi. 

Acara debat capres yang seyogianya dihadiri empat kandidat lain, memang akhirnya menjadi milik Amien seorang. Megawati, Wiranto, Soesilo Bambang Yudhoyono dan Hamzah Haz, ternyata harus absen dengan berbagai alasan.  

Ada tujuh agenda reformasi yang dimintakan mahasiswa UI, yang akhirnya ditandatangani Amien. Ketujuh agenda reformasi itu adalah: adili Suharto dan kroni-kroni sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa benci dan dendam, tegakkan supremasi hukum dan tolak militerisme, hapuskan KKN, tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, kendalikan harga sembako, listrik dan BMM, tingkatkan kesejahteraan buruh, serta ciptakan kehidupan yang demokrasi dan egaliter.     

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info