Diguyur Hujan, Pemakaman Ibrahim Assegaf Dipenuhi Doa dan Kehadiran Sahabat
Terbaru

Diguyur Hujan, Pemakaman Ibrahim Assegaf Dipenuhi Doa dan Kehadiran Sahabat

Tangis tertahan dan pelukan hangat di antara kolega menunjukkan betapa besar kehilangan yang dirasakan terhadap almarhum.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit

Saat ditanya tentang sosok sang menantu, Quraish Shihab menjawab dengan singkat namun penuh makna. Ia menyebut almarhum sebagai pribadi yang baik, tercermin dari banyaknya orang yang datang mengantarkan kepergian terakhirnya.

"Kalau dia bukan orang baik, tak mungkin sebanyak ini orang datang untuk mendoakan," ucapnya lirih.

Rifqi Sjarief Assegaf, adik almarhum menceritakan momen kebersamaan keluarga bersama mendiang suami dari jurnalis senior Najwa Shihab ini. Bagi Rifqi, sosok Najwa Shihab  menunjukkan ketegaran luar biasa sejak almarhum dirawat di rumah sakit.

Selama masa perawatan, Najwa tak pernah meninggalkan dari sisi sang suami. Ia terus mendampingi siang dan malam. Bahkan Nana, begitu sapaan akrab Najwa Shihab itu menolak untuk pulang meski keluarga lain menawarkan untuk menggantikan menjaga Baim. 

"Dia sangat kuat. Dari awal sampai detik-detik terakhir, dia selalu ada di sana," ujar Rifqi.

Kehadiran keluarga besar pun menjadi penopang yang tak henti memberikan dukungan di tengah masa sulit itu. Sebelum Baim mangkat, Rifqi mengatakan almarhum menderita sakit yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif. Namun hal itu justru membuat keluarga dapat lebih siap melewati momen terakhir bersama almarhum.

"Ada proses sakit beberapa hari dan itu membuat setidaknya kita lebih siap dibanding kejadiannya langsung dan saya pikir mbak Nana sangat kuat,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Ibrahim Sjarief Assegaf wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Selasa, (20/5/2025) siang. Almarhum meninggalkan istri, Najwa Shihab, seorang anak Izzat Ibrahim Assegaf. Serta, Keluarga Besar Husein Ibrahim & Rugaya Basri, berikut pula Keluarga Besar Muhammad Quraish Shihab & Fatmawaty Assegaf.

Semasa hidupnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam dunia hukum Indonesia. Lahir di Semarang pada 8 April 1971, dia mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan melanjutkan studinya ke University of Melbourne, Australia hingga meraih gelar Master of Law (L.LM).

Dalam riwayat profesinya, almarhum diketahui terakhir menjabat sebagai Managing Partner dari firma hukum Assegaf Hamzah & Partners. Dia merupakan seseorang yang sangat menginspirasi, dan memiliki tekad yang kuat ketika berpihak pada nilai-nilai keadilan.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info