Direktur utama PT Jamsostek Elvyn G. Masassya mewacanakan untuk menaikkan usia pensiun guna mengantisipasi terjadinya ledakan jumlah pensiunan di masa datang.
"Peningkatan usia harapan hidup, apa wajar usia pensiun masih 55 tahun? Apa tidak sebaiknya dinaikkan dari 55 tahun mungkin jadi 60 tahun," kata Elvyn saat membuka Seminar Nasional PT Jamsostek Menuju Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kelas Dunia, di Jakarta, Senin (13/5).
Hal itu penting menurut dia, mengingat program pensiun harus berkelanjutan padahal telah terjadi peningkatan usia harapan hidup manusia di berbagai belahan dunia.
"Jadi agar usia 55 tahun masih bisa produktif, masih bisa jadi peserta iuran," katanya.
Dia mencontohkan usia harapan hidup di Eropa, Korea dan Jepang saat ini mencapai 90 - 100 tahun. Sementara di Skandinavia di atas 80 tahun. Untuk di Indonesia saat ini, usia harapan hidup berada pada rentang usia 65 - 70 tahun.
Dia menambahkan, dengan usia harapan hidup yang semakin panjang tetapi hanya ditopang dengan iuran yang kecil, maka menurut dia dibutuhkan peserta jaminan sosial yang lebih banyak untuk bisa membiayai para pensiunan.
"Aspek keberlanjutannya, apa bisa jaminan sosial memberi manfaat secara terus menerus kalau iurannya kecil sedangkan jangka hidup panjang?" katanya.
Selain itu dia juga menyoroti beberapa fenomena lain dalam jaminan sosial di luar negeri diantaranya regulasi terkait kaum pekerja wanita.
















