Ditunjuk Jadi Wamen, Eddy OS Hiariej: Akan Identifikasi Masalah dan Solusi di Kemenkumham
Berita

Ditunjuk Jadi Wamen, Eddy OS Hiariej: Akan Identifikasi Masalah dan Solusi di Kemenkumham

“Sudah barang tentu masing-masing direktorat jenderal punya masalah tersendiri dan saya akan koordinasikan dengan pak menteri mana yang harus diperbaiki dan mana yang sudah baik dan ditingkatkan.”

Agus Sahbani
Bacaan 3 Menit

Dia mengaku baru diminta Mensesneg Pratikno untuk datang ke Istana pada Senin (21/12/2020) kemarin. "Saya kebetulan dihubungi bapak Menteri Sekretaris Negara Prof Pratikno pada hari Senin dan diminta untuk datang ke Jakarta karena direncanakan pada Rabu, 23 Desember ini akan ada pelantikan sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia," ujarnya.

Eddy OS Hiariej adalah Guru Besar Ilmu Hukum Pidana di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (FH UGM), Yogyakarta. Eddy menjadi guru besar termuda di FH UGM saat berusia 37 tahun. Ia meraih gelar tertinggi di bidang akademis tersebut dalam usia yang terbilang masih muda.

Sebagai perbandingan, bila Hikmahanto Juwana mendapat gelar profesor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) di usia 38 tahun, Eddy mendapatkan gelar profesornya di usia 37 tahun dari FH UGM.

“Saat SK guru besar saya turun, 1 September 2010, saya berusia 37 tahun. Waktu mengusulkan umur 36,” ujar pria kelahiran 10 April 1973 ini saat diwawancarai Hukumonline, Agustus 2015 silam. (Baca Juga: Prof Eddy O.S Hiariej: Dulu Gagal Masuk FH, Kini Jadi Profesor Hukum Pidana)

Eddy pernah menjadi Asisten Wakil Rektor Kemahasiswaan UGM periode 2002–2007. Menyelesaikan draft disertasi pertamanya pada Maret 2008. Disertasi Eddy membahas soal penyimpangan asas legalitas dalam pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM). Resmi menyandang gelar doktor pada 27 Februari 2009 sebelum akhirnya dikukuhkan menjadi guru besar pada September 2010.    

Setelah menyandang Guru Besar Hukum Pidana FH UGM, Eddy kerap dipercaya menjadi ahli dalam sidang-sidang pengujian UU di Mahkamah Konstitusi (MK). Namanya kerap menghiasi media massa saat memberi pandangan sebagai ahli di sidang pengujian UU terkait hukum pidana, pidana korupsi.    

Salah satu yang masih dalam ingatan, Eddy OS Hiariej pernah menjadi salah satu ahli dari tim kuasa hukum 01 Jokowi-Ma'ruf di Mahkamah Konstitusi pada sidang sengketa hasil pilpres pada 2019 lalu.

Ia juga kerap menjadi anggota panitia seleksi pejabat publik bentukan pemerintah atau DPR. Misalnya, menjadi Anggota Pansel Hakim Konstitusi; Anggota Pansel Anggota Komisi Yudisial; dan Anggota Pansel lainnya.

Tags:

Berita Terkait