Jumat, 22 August 2003

Hikmahanto Juwana: Profesor Termuda Ahli Hukum Internasional

Merasa tertantang untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ia memang layak memperoleh gelar "The Highest Achievement".
LEO


Sekilas, Hikmahanto Juwana, 38 tahun, seperti orang muda kebanyakan. Muda, dinamis, dan supel. Jauh dari penampilan seorang profesor yang tua, botak, dan kaku. Hikmahanto adalah profesor termuda dalam sejarah Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) atau bahkan di Indonesia. Memperoleh gelar terhormat pada usia di bawah 40 tahun jelas bukan pencapaian yang biasa-biasa saja. Meski selalu merendah bila gelar profesor "termuda"-nya diungkit-ungkit, Hikmahanto mengaku berusaha menciptakan tren baru.


Dalam pandangan Hikmahanto, tren menjadi doktor atau profesor di usia yang relatif muda sangat mungkin dicapai. "Orang tidak harus tua dulu untuk menjadi doktor. Kalau semakin tua orang baru mau jadi doktor, bisa-bisa nanti berebut biaya pendidikan dengan anaknya," kata Prof. Hikmahanto. 


Baginya, mendapat gelar akademis tertinggi di usia yang tergolong muda bukan berarti segala hal otomatis menempel di kepalanya. Justru dalam ilmu hukum, banyak sekali masalah yang berkembang. Ia justru malah tertantang untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ia memang layak memperoleh gelar "The Highest Achievement" itu. 


Lahir di Jakarta pada 23 November 1965, anak kedua dari enam bersaudara ini merasa bahwa perjalanannya untuk sampai ke jenjang yang tertinggi berawal pada minatnya pada bidang hukum dan kecintaannya pada profesi sebagai dosen. Apalagi sejak SMP, ia memang sudah berkeinginan untuk masuk fakultas hukum.  


Awalnya Hikmahanto bingung karena sebenarnya ia juga ingin untuk masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), bekerja di Departemen Luar Negeri, kemudian menjadi seorang diplomat. Persis seperti perjalanan karier ayahnya, sosok yang ia kagumi. Toh, dorongan orang tua dan cita-citanya sejak SMP jadi kombinasi ampuh untuk memantapkan pilihannya untuk bersekolah hukum. 


Setelah masuk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) pada 1983, keinginan Hikmahanto untuk menjadi dosen mulai tercetus. Tahun ke dua kuliah, ia mulai diminta teman-temannya untuk memberikan tentir beberapa mata kuliah. Ia tidak keberatan dengan pekerjaan tambahan itu.  


Karena semasa kuliah, Hikmahanto sudah terbiasa mensistematisir perkuliahan dan menyusun diktat. "Saya mau jadi dosen," jawab Hikmahanto mantap, saat ditanya oleh pengujinya ketika ada pemilihan mahasiswa teladan FHUI di tahun ketiga kuliahnya. "Sejak awal saya memang sudah mengkondisikan diri untuk menggeluti ilmu hukum. Dan saya juga mencintai profesi saya sebagai dosen," kisahnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua