DPR Diimbau Utamakan RUU yang Jadi Prioritas
Terbaru

DPR Diimbau Utamakan RUU yang Jadi Prioritas

DPR perlu mengubah pola perencanaan dan kerjanya.

M. Agus Yozami
Bacaan 2 Menit
Suasana sidang paripurna DPR. Foto ilustrasi: RES
Suasana sidang paripurna DPR. Foto ilustrasi: RES

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) merekomendasikan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengutamakan revisi atau rancangan undang-undang (RUU) yang benar-benar menjadi prioritas dan mendesak atas kebutuhan hukum Indonesia.

Peneliti Formappi Yohanes Taryono mengatakan bahwa dengan minimnya pencapaian legislasi, maka DPR perlu mengubah pola perencanaan dan kerjanya. Dia pun menilai rencana kerja legislasi tidak berubah untuk dua masa sidang berturut-turut.

"Pembicaraan terkait substansi legislasi tampaknya tenggelam dibalik gemuruh isu pemilu," kata Taryono seperti dikutip Antara, Senin (13/5).

Baca juga:

Sejak Masa Sidang IV DPR dibuka pada 5 Maret 2024, menurutnya tidak banyak dinamika pembahasan RUU di DPR yang mengundang perhatian publik. Dia menilai DPR juga tampak tak berusaha untuk melibatkan publik dalam proses pembahasan beberapa RUU.

Dia menjelaskan beberapa agenda legislasi pada masa sidang tersebut di antaranya DPR mengesahkan Revisi UU Desa. DPR juga menurutnya menyetujui perpanjangan pembahasan 6 RUU.

Menurutnya, 6 RUU itu yakni RUU tentang Hukum Acara Perdata, RUU tentang Perubahan atas UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, RUU tentang Perubahan Keempat atas UU No. 24 Tahun 2003 tantang Mahkamah Konstitusi, RUU tentang Perubahan atas UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, RUU tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan RUU tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET).

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait