Paramita melanjutkan, platform AI tersebut dapat mengumpulkan artikel dari internet maupun sumber yang ditentukan, seperti portal berita tertentu. Tim cukup memasang parameter. Misalnya berita pasar modal yang dulu bisa memakan waktu berjam-jam kini hanya membutuhkan satu kali penyetelan. Sementara mesin akan mengirimkan pembaruan secara otomatis kepada lawyer yang membutuhkannya.
Meski begitu, Paramita mengatakan kliping manual tetap memiliki keunggulan, terutama dalam hal arsip. Artikel yang dipilih dengan kurasi manusia lebih mudah ditemukan kembali dan dapat menjadi rujukan historis.
“Kliping lebih aman untuk kebutuhan jangka panjang, termasuk riset atau bukti pengadilan, karena salinannya tersimpan rapi,” jelasnya.
Sementara itu, information alert service belum tentu menyediakan fitur pengarsipan permanen, beberapa hanya memberi pembaruan tanpa menyimpan riwayat lengkap. Kliping juga lebih unggul untuk analisis tren karena artikel koran cenderung mengandung pembahasan lebih mendalam dibanding artikel online yang lebih ringkas.
Namun untuk kebutuhan update cepat, terutama ketika lawyer menangani kasus yang sedang ramai diberitakan, sistem alert otomatis jauh lebih efektif. Jika ada artikel baru, platform bisa langsung mengirim notifikasi ke lawyer dalam hitungan menit.
Dalam praktiknya, penggunaan informasi di kantor hukum sangat spesifik. Ada lawyer yang meminta laporan mingguan tentang ESG di Indonesia, atau hanya ingin konten yang bersumber dari pemerintah. Ada pula yang meminta pengiriman setiap jam ketika menangani kasus sensitif. Tantangan umum yang muncul adalah jumlah alert yang terlalu banyak. Solusinya adalah konsolidasi, penggabungan tema yang mirip, dan penetapan prioritas.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Profesional Informasi Hukum Indonesia (APIHI) Windianingrum, menambahkan bahwa kliping merupakan pekerjaan harian yang wajib.
“Lawyer tidak sempat mengikuti semua berita hari ini, jadi kami yang mengumpulkannya,” ujarnya.
Ia menangani puluhan surat kabar setiap hari dalam format elektronik. Proses pemilahan artikel seringkali terkendala jika artikel berukuran satu halaman penuh, karena format e-paper lama kurang praktis. Meski begitu, ia terbantu dengan versi PDF yang memudahkan penyalinan dan ekstraksi teks.
Dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi yang semakin cepat, kliping kini berada di persimpangan antara metode konvensional dan otomasi. Keduanya tetap relevan, saling melengkapi, dan menjadi bagian penting dari kerja-kerja pendukung di kantor hukum. Melalui dokumentasi yang teratur, firma hukum dapat mengambil keputusan strategis dengan lebih matang, terukur, dan responsif terhadap perkembangan terkini.
















