FH UB dan Law Institute RUDN Tindak Lanjuti Kerja Sama Internasional
Terbaru

FH UB dan Law Institute RUDN Tindak Lanjuti Kerja Sama Internasional

Hubungan antar keduanya memang cukup erat dan kerap kali melakukan kerja sama di bidang akademik.

Aji Prasetyo
Bacaan 3 Menit
Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto dan Acting Dean Law Institute RUDN, Evgeny Komlev . Foto: Istimewa
Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto dan Acting Dean Law Institute RUDN, Evgeny Komlev . Foto: Istimewa

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) bersama Law Institute Peoples' Friendship University of Russia (RUDN University) melaksanakan tindak lanjut atas perjanjian kerja sama internasional yang telah disepakati pada tahun 2024.

Kegiatan ini dilakukan melalui pertemuan antara Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto, dengan Acting Dean Law Institute RUDN, Evgeny Komlev pada tanggal 12 Mei 2026. Selain itu sejumlah mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) FH UB yang sedang menjalani kegiatan akademik, student exchange, di RUDN.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi FH UB disambut dengan sangat baik oleh pihak RUDN. Selain membahas penguatan kerja sama kelembagaan, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memastikan kondisi dan perkembangan mahasiswa IUP FH UB di RUDN. Alhamdulillah, mahasiswa FH UB dalam keadaan sehat dan mengikuti kegiatan akademik dengan baik.

Baca juga:

"Beberapa poin penting yang menjadi hasil pertemuan antara FH UB dan RUDN antara lain: Tahun 2026 ini dilakukan pematangan skema pelaksanaan program double degree antara kedua institusi baik untuk tingkat sarjana maupun magister," tulis FH UB dalam keterangan tertulisnya.

RUDN juga menyatakan dukungannya terhadap Tim Lomba Internasional mahasiswa FH UB yang akan mengikuti kompetisi dunia di China dalam bidang investasi internasional. Untuk mendukung persiapan tersebut, RUDN akan menugaskan dua dosen yang memiliki pengalaman dalam kompetisi internasional Jessup Moot Court Competition.

Selanjutnya RUDN juga menawarkan program pelatihan Bahasa Rusia secara daring (online) bagi sivitas akademika FH UB sebagai bagian dari penguatan kapasitas internasional dan dukungan akademik kerja sama kedua institusi.

"Kerja sama FH UB dan RUDN diharapkan semakin memperkuat internasionalisasi pendidikan hukum, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta jejaring akademik global yang berkelanjutan," tutup FH UB.

Sebelumnya pada 2025, RUDN dan FHUB sukses menyelenggarakan Summer Law School on International Environmental Law 2025, sebuah program pendidikan hukum intensif yang berlangsung selama delapan hari, pada 3-10 Agustus 2025, di Moskow, Rusia.

Program ini menghadirkan berbagai sesi konferensi, kuliah tamu, diskusi akademik, serta kegiatan budaya yang dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa dan dosen mengenai isu-isu hukum lingkungan internasional dari berbagai perspektif global.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam program ini. Isu hukum lingkungan bersifat lintas batas, dan program seperti ini penting untuk membangun dialog internasional," ujar Prof. Aslan Abashidze, Direktur Law Institute of RUDN University dalam sambutannya saat pembukaan konferensi seperti dikutip dari laman resmi FHUB.

Activity Summer Law School merupakan perpaduan antara pemaparan materi di kelas, konferensi, cultural events, dan tur Kota Moskow. Kegiatan hari pertama dimulai dengan pengenalan kampus RUDN kepada seluruh peserta Summer Law School. Pembukaan secara resmi dan pelaksanaan program dimulai pada hari kedua yang dibuka secara resmi oleh Prof.  Aslan Abashidze, Assoc. Prof. Reka Dewantara (Kepala Departemen Ilmu Hukum Universitas Brawijaya), dan Mr. Sun Bohui (Chairman of the Board Directors of Chengtong International).

Pada hari yang sama, ada pemaparan materi dengan topik "The Contribution of UN Committee on Economic, Social, and Cultural Rights to Clarifying the Concept and International Legal Basis of Sustainable Development" oleh Prof  Aslan Abashidze dan "Climate Change Law: Problem and Perspectives" oleh Alexander Solntsev.

Activity Summer Law School tidak hanya berhenti di ruang kelas, peserta diajak mempelajari tarian tradisional Rusia dan menikmati pesta budaya dengan camilan lokal dan musik. "Belajar hukum sambil mengenal budaya lokal menjadi kombinasi pengalaman yang luar biasa, seru sekali," seru Leony sebagai salah satu peserta dari FHUB.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info