Banyak cara dilakukan perguruan tinggi untuk menggembleng mahasiswanya agar menjadi lulusan andal. Mulai dari tenaga pengajar hingga kurikulum pendidikan yang peka terhadap kondisi kekinian. Untuk itu, perlu dipersiapkan agar mahasiswa atau mahasiswi bisa memahami bidang studi mereka sesuai kondisi saat ini termasuk infrastruktur dan fasilitas pendukung kegiatan perkuliahan dan sebagainya.
Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri) punya cara lain untuk menggali potensi anak didiknya. Salah satu temuannya, mahasiswa-mahasiswi saat ini cenderung sensitif atau bawa perasaan (baper).
Untuk mengetahui lebih jauh strategi dan metode pembelajaran yang diiterapkan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Hukumonline telah melakukan wawancara dengan Prof Febrian di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dekan FH Unsri yang menjabat selama 2 periode yakni 2016-2020 dan 2021-2024 ini menjelaskan singkat FH Unsri memiliki 5 program kekhususan yakni hukum Pidana, Perdata, Tata Negara, Administrasi Negara, dan Internasional.
“Dalam kondisi kekinian itu, kita dekatkan mahasiswa agar tumbuh minatnya,” ujar Prof Febian
Kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berlokasi di Palembang daAdn Inderalaya, Sumatera Selatan itu menekankan mahasiswa dan mahasiswi paham perkembangan hukum teranyar.
Uniknya, FH Unsri tidak menyerahkan sepenuhnya program kekhususan atau peminatan studi hukum itu kepada mahasiswa. Ada peran kampus yang membantu mahasiswa dan mahasiswi menentukan program kekhususan yang diampunya yang dimulai sejak semester 5. “Peran Fakultas disitu, mengarahkan mahasiswa tentang peminatannya.”
Selengkapnya, simak video berikut ini!
















