Setiap prestasi selalu memiliki cerita. Ada waktu yang dikorbankan untuk berlatih, keberanian untuk mencoba, kegagalan yang dijadikan pelajaran, hingga ketekunan untuk bangkit dan kembali berkompetisi.
Semangat itulah yang mewarnai acara Penyematan Pin Apresiasi Dekan bagi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Tahun 2026. Agenda tahunan yang diwadahi oleh Pusat Prestasi Mahasiswa ini digelar sebagai bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang berhasil mengukir capaian di berbagai kompetisi, sekaligus langkah nyata dalam membangun budaya prestasi di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa berprestasi, serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Turut hadir memberikan apresiasi dan dukungan secara langsung: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Roy Andreas, Dekan FH Unsoed Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, serta Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa Rani Hendriana.
Baca juga:
- Nathalie Prasetya Putri, Wisudawati Terbaik FH Unsoed Ingin Menjadi Hakim Berintegritas
- FH Unsoed Kukuhkan 5 Guru Besar dari Berbagai Bidang, Ini Profilnya
Dalam penganugerahan ini, Pin Apresiasi Dekan diberikan berdasarkan kriteria capaian prestasi mahasiswa yang terbagi menjadi tiga kategori. Kategori tertinggi, yaitu Pin Honor, diberikan kepada mahasiswa yang berhasil meraih satu kemenangan tingkat internasional atau tiga kali kemenangan tingkat nasional.
Selanjutnya, Pin Gold dianugerahkan kepada mahasiswa dengan capaian dua kemenangan tingkat nasional, empat kemenangan tingkat daerah, atau gabungan satu kemenangan tingkat nasional dan dua kemenangan tingkat daerah. Adapun Pin Silver diberikan kepada mahasiswa yang memperoleh dua kemenangan tingkat daerah atau satu kemenangan tingkat nasional.
“Melalui kriteria tersebut, penghargaan tidak hanya melihat satu momentum kemenangan, tetapi juga memberikan ruang apresiasi terhadap konsistensi mahasiswa dalam membangun prestasi,” tulis FH Unsoed dalam keterangan tertulisnya.
Pada kesempatan kali ini, sebanyak 31 mahasiswa resmi menerima Pin Apresiasi, yang terdiri atas 7 penerima Pin Honor, 4 penerima Pin Gold, dan 20 penerima Pin Silver. Penyematan secara simbolis dilakukan kepada tiga perwakilan mahasiswa, yaitu An Naja, Muty, dan Azka, oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FH Unsoed, serta Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa.
Prestasi mahasiswa FH Unsoed tidak hanya lahir dari ruang-ruang kompetisi akademik. Ruang pengembangan diri juga terbuka lebar melalui bidang olahraga, seni, keorganisasian, debat, dan kegiatan nonakademik lainnya. Oleh karena itu, FH Unsoed turut menyerahkan sertifikat apresiasi kepada UKM berprestasi, dengan mempertimbangkan bidang gerak masing-masing serta keselarasan capaian kompetisinya.
Pada kategori nonakademik, IUS Basketball memperoleh apresiasi sebagai UKM Olahraga Terbaik setelah mencatatkan dua kali kemenangan tingkat wilayah di bidang bola basket. Sementara pada kategori akademik hukum, Komunitas Debat Judex Revolutie merengkuh penghargaan atas capaian dua kejuaraan tingkat nasional dan satu kejuaraan tingkat lokal dalam bidang debat format BP dan AP.
Apresiasi tersebut membuktikan bahwa prestasi dapat tumbuh dari mana saja. Lapangan olahraga, panggung debat, ruang kelas, organisasi, maupun arena kompetisi dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar mengenali potensi dan mengasah kemampuan mereka.
Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa FH Unsoed, Rani Hendriana, menyampaikan bahwa pemberian pin menjadi bentuk penghargaan atas proses panjang yang telah ditempuh para mahasiswa.
“Prestasi mahasiswa tidak lahir dalam satu hari. Ada proses belajar, latihan, pendampingan, keberanian untuk berkompetisi, dan ketekunan di balik setiap capaian. Melalui Pin Apresiasi ini, kami ingin memastikan bahwa proses tersebut mendapat tempat dan penghargaan di lingkungan Fakultas Hukum,” terangnya.
Dekan FH Unsoed, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, menempatkan penganugerahan ini sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.
“Setiap prestasi mahasiswa adalah bagian dari cerita Fakultas Hukum. Yang kami apresiasi bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga keberanian untuk mencoba, proses untuk terus belajar, dan kerja keras yang dilakukan hingga mencapai titik tersebut. Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk menemukan potensi dan berani mengembangkannya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Roy Andreas, menekankan pentingnya ruang pengembangan kapasitas mahasiswa di luar proses pembelajaran di kelas.
“Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dirinya. Kampus perlu menyediakan ruang agar mahasiswa dapat tumbuh melalui berbagai pengalaman, baik akademik maupun nonakademik. Capaian yang diraih hari ini diharapkan menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas. Melihat jumlah prestasi yang dihasilkan Fakultas Hukum, kami merasa perlu untuk dicontoh oleh Fakultas lain yang ada di Unsoed,” tegas Roy Andreas.
Penyematan Pin Apresiasi Dekan bukan sekadar seremoni penghargaan. Agenda ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap nama dan pin yang tersemat terdapat proses yang panjang. Ada mahasiswa yang belajar berbicara di depan publik, ada yang berlatih menyusun argumentasi, ada yang menghabiskan waktu di lapangan olahraga, ada yang belajar bekerja dalam tim, serta ada pula yang berulang kali mencoba hingga akhirnya membawa pulang kemenangan.
Bagi FH Unsoed, membangun budaya prestasi berarti menciptakan lingkungan yang tidak hanya mendorong mahasiswa untuk menjadi juara, tetapi juga membantu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berintegritas, mampu bekerja sama, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat. Sebab, prestasi bukanlah garis akhir, melainkan salah satu cara mahasiswa menemukan sejauh mana mereka mampu melangkah dan seberapa besar manfaat yang dapat mereka bawa ketika melangkah lebih jauh.
















