Hakim MK Arief Hidayat: Ilmuwan Hukum Harus Terus Belajar, Jadilah Climbers
Terbaru

Hakim MK Arief Hidayat: Ilmuwan Hukum Harus Terus Belajar, Jadilah Climbers

Peserta Konferensi Nasional ke-2 Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara diharapkan menjadi ilmuwan hukum yang kritis. Terutama dalam membangun keilmuwan dan praktik hukum ala Indonesia.

Oleh:
Normand Edwin Elnizar
Bacaan 3 Menit
Hakim Konstitusi Arief Hidayat saat menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Konferensi Nasional APHTN-HAN ke-2. Foto:  NEE
Hakim Konstitusi Arief Hidayat saat menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Konferensi Nasional APHTN-HAN ke-2. Foto: NEE

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mewanti-wanti para peserta Konferensi Nasional ke-2 Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) tidak merasa puas dengan gelar doktor bahkan profesor. Pesan ini disampaikan dalam pidato kunci pembuka konferensi, Jumat (29/9) malam di Batam, Kepulauan Riau.

“Kalau tidak belajar, tidak membaca, tidak meneliti, pasti ketinggalan,” kata Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro itu. Arief juga mengkritik ketergantungan para ilmuwan hukum Indonesia pada literatur hukum Barat. “Mestinya hukum yang dibangun di Indonesia harus berkarakter Pancasila, bukan sistem civil law, common law, bahkan komunis,” ujarnya.

Arief berharap peserta konferensi menjadi ilmuwan hukum yang kritis dalam membangun keilmuwan dan praktik hukum ala Indonesia. Salah satu yang ditekankan olehnya adalah menghasilkan sistem hukum berkarakter keindonesiaan. “Kita selalu gandrung pada buku-buku asing apalagi kalau pulang dari sekolah di luar negeri. Sistem yang tidak sesuai dengan konteks Indonesia malah diajarkan,” katanya.

Baca Juga:

Arief lantas merujuk pada konsep populer dalam teori pengembangan diri saat meminta para peserta konferensi berupaya menjadi climbers. “Ada tiga tipe dalam manajemen yaitu quitters, campers, climbers,” ujar Arief. Ia melanjutkan bahwa dua tipe pertama akan mengalami penurunan pengetahuan dan tertinggal situasi perkembangan zaman.

Quitters orang yang cepat puas, saya sudah doktor, ngamen sana ngamen sini tapi tidak pernah belajar lagi. Campers sudah naik sudah jadi profesor, sudah jadi Dekan, lalu tidak mau belajar lagi,” Arief menjelaskan.  Ia lalu menjelaskan tipe climbers, yaitu mereka yang tetap memacu diri mengikuti perkembangan zaman.

Hukumonline.com

Sekjen APHTN-HAN Bayu Dwi Anggono (paling kiri), Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Ketua MK Anwar Usman, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Widodo Ekatjahjana, dan Ketua Umum APHTN-HAN M.Guntur Hamzah berfoto bersama dalam pembukaan Konferensi Nasional APHTN-HAN ke-2.

Tags:

Berita Terkait