Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali mencatat capaian membanggakan dari alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Dua alumninya saat ini aktif menjabat sebagai rektor di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, menunjukkan peran penting lulusan FHUI dalam membentuk arah pendidikan nasional. Keberhasilan keduanya tidak hanya mencerminkan kualitas akademik, tetapi juga kapasitas kepemimpinan yang lahir dari pengalaman luas di dunia hukum, pemerintahan, dan pendidikan.
Sosok pertama adalah Hassan Wirajuda, alumni FHUI angkatan 1971 yang pada Januari lalu resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul). Nama Hassan tak asing di kancah diplomatik tanah air. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia selama dua periode, sejak 2001 hingga 2009. Dengan latar belakang hukum internasional yang kuat, Hassan dikenal sebagai tokoh yang banyak berperan dalam membangun hubungan luar negeri Indonesia di masa transisi demokrasi.
Dalam sambutan rektor yang dilansir dari Prasetiya Mulya, Hassan menyampaikan bakal mendorong lebih banyak penelitian yang berorientasi pada solusi nyata. Kemudian memperluas kemitraan internasional untuk meningkatkan daya saing mahasiswa dan dosen, serta mengembangkan model pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan dunia profesional.
“Para mahasiswa akan dibekali dengan fondasi akademik yang kuat serta nilai-nilai kepemimpinan dan kewirausahaan, yang berdaya saing tinggi serta memungkinkan untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat,” ujar Hassan.
Baca juga:
- Prof Hikmahanto Juwana: Hukum Internasional Berbasis Hukum Rimba
- Sengketa Ambalat: Menlu Yakin Posisi Indonesia Lebih Kuat
Setelah menamatkan studi sarjananya di FHUI, Hassan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, meraih gelar magister hukum (L.L.M) dari Harvard Law School dan kemudian Doctor of Juridical Science (S.J.D) dari University of Virginia. Sepak terjang Hassan di bidang akademik dan diplomatik menjadikannya sebagai salah satu intelektual hukum berpengaruh di Indonesia.
Sementara mewakili generasi muda dalam dunia akademik, sosok Handa Abidin menjadi sorotan tersendiri. Handa, alumni FHUI angkatan 2003. Saat ini Handa menjabat Rektor President University, salah satu perguruan tinggi swasta terakreditasi Unggul di Indonesia. Dia dilantik sebagai rektor pada usia 38 tahun, sehingga menjadikannya sebagai salah satu rektor termuda di tanah air. Khususnya, di kalangan perguruan tinggi dengan akreditasi tertinggi.

Rektor President University, Handa Abidin. Foto: President University.
Sebelum menjadi rektor, Handa sudah menorehkan catatan penting dalam manajemen pendidikan tinggi. Mulai menjabat sebagai Wakil Rektor di usia 31 tahun, menunjukkan kapasitas manajerial dan akademik yang luar biasa. Handa menyelesaikan studi magister hukum di George Washington University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor dari University of Edinburgh, Skotlandia.
Kepemimpinan Handa di President University dikenal progresif dan inklusif. Di bawah kepemimpinannya, kampus yang berlokasi di kawasan industri Jababeka ini semakin memperkuat identitasnya sebagai universitas internasional dengan kurikulum berbasis global dan jaringan kerja sama luas dengan industri maupun perguruan tinggi luar negeri.
“President University terus mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan pengembangan pusat riset yang berdampak pada masyarakat,” tulis President University dalam rilis yang diterima, Rabu (2/7/2025).
Menariknya, kontribusi alumni FHUI tidak berhenti pada dua nama tersebut. Prof Hikmahanto Juwana yang juga merupakan alumni FHUI, pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani. Sebelumnya, Prof Hikmahanto juga dikenal sebagai Dekan FHUI dan pakar hukum internasional yang sering menjadi narasumber dalam isu-isu strategis kenegaraan. Perannya dalam dunia akademik turut memperkuat posisi hukum sebagai ilmu yang strategis dalam pembangunan bangsa.
Selain itu, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, alumni FHUI yang pernah menjadi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan berkarier lama di Bank Indonesia, juga sempat menjabat sebagai salah satu ketua sekolah tinggi ilmu ekonomi di Indonesia. Karirnya menunjukkan bahwa pemimpin dari latar belakang hukum juga mampu menavigasi dunia keuangan dan pendidikan tinggi secara strategis.
















