Human Touch Jadi Pembeda Advokat di Era AI
Terbaru

Human Touch Jadi Pembeda Advokat di Era AI

Di tengah disrupsi AI, advokat dituntut untuk tidak terlena dalam kemudahan, justru mereka perlu meningkatkan unsur human touch dalam menangani klien.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Principal Attorney MHANSLaw, Michael Hans dan Senior Associate MHANSLaw I. G. N. Anantha Wikrama J saat menjadi pembicara dalam AIlex Classroom Praktisi Mengajar di Fakultas Hukum Unair, Senin (27/7/2026).Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana
Principal Attorney MHANSLaw, Michael Hans dan Senior Associate MHANSLaw I. G. N. Anantha Wikrama J saat menjadi pembicara dalam AIlex Classroom Praktisi Mengajar di Fakultas Hukum Unair, Senin (27/7/2026).Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana

Profesi hukum memang tidak sepenuhnya kebal dari disrupsi AI. Namun, tingkat kemungkinan suatu profesi tergantikan bergantung pada karakter pekerjaannya. Demikian disampaikan Principal Attorney MHANSLaw, Michael Hans saat menjadi pembicara dalam AIlex Classroom Praktisi Mengajar di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Senin (27/7/2026).

Dia menuturkan, berdasarkan sejumlah riset yang ditemuinya, profesi hakim memiliki potensi tergantikan yang relatif rendah. Sedangkan pekerjaan hukum yang bersifat administratif lebih rentan terdampak otomatisasi. Posisi advokat sendiri berada di tengah.

“Saya selalu bilang, profesi lawyer ini bisa digantikan ya sebagaimana halnya dengan profesi-profesi yang lain. Tapi kita harus mempertimbangkan juga yang namanya sebagaimana kitab isa menggunakan high tech dan high touch,” ujarnya.

Baca juga:

Ia menjelaskan, semakin tinggi unsur teknologi (high tech) dalam suatu pekerjaan, semakin besar pula peluang pekerjaan tersebut diotomatisasi AI. Sebaliknya, pekerjaan yang mengandalkan interaksi manusia (high touch) akan lebih sulit tergantikan, dan profesi advokat memiliki ruang untuk memperkuat aspek high touch.

“High touch ini intinya harus bisa memberikan personal touch kepada klien kalian, kepada tim kalian. Karena kita sebagai seorang lawyer ini butuh relasi juga ya, kita butuh tim, kita butuh talenta, kita butuh pendekatan secara human yang mana ini masih sulit atau bahkan belum bisa digantikan dengan AI,” katanya.

Hukumonline.com

Chief Content Officer Hukumonline Robert Sidauruk (kanan depan), Principal Attorney MHANSLaw Michael Hans Civitas Akademik FH Unair dan seluruh calon mahasiswa baru FH Unair foto , Senin (27/7/2026). Fotografer / Hilman Fathurrahman Wicaksana

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info