Menjelang pelaksanaan Kongres ke-8 Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Ilumni FH Unpar), calon ketua umum Ilumni FH Unpar nomor urut 02, Noverizky Tri Putra menyempatkan untuk bertandang ke Hukumonline dalam rangka pencalonannya sebagai pengurus Ilumni FH Unpar periode 2025-2030.
Dalam pertemuan tersebut, Kiky sapaan akrabnya memaparkan alasan pencalonannya sebagai kandidat ketua Ilumni FH Unpar. Ia menegaskan keputusannya maju berangkat dari kegelisahan sebagai alumni yang melihat besarnya potensi alumni FH Unpar belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
“Saya datang bukan membawa slogan, tetapi kegelisahan. Alumni FH Unpar jumlahnya besar, kualitasnya luar biasa, tetapi belum terkoneksi dengan baik. Padahal koneksi itu adalah fungsi utama organisasi alumni,” ujar Kiky kepada Hukumonline, Selasa (23/12/2025).
Ia menjabarkan visi pencalonannya yang bertumpu pada penguatan jejaring alumni. Ia ingin menjadikan Ilumni FH Unpar sebagai wadah networking alumni terbaik di Indonesia, sekaligus mendorong peran Ilumni FH Unpar sebagai platform utama yang aktif berkontribusi di level nasional. Gagasan tersebut dirangkum dalam konsep One Single Aspiration Center yang merupakan pusat aspirasi dan konektivitas alumni yang terintegrasi.
Menurutnya, visi tersebut lahir dari pengalaman personalnya sebagai alumni yang kesulitan mengakses jejaring senior maupun informasi alumni lintas angkatan. Mengusung jargon MUST (Maju Untuk Semua Terakomodasi), yang mencerminkan komitmennya agar organisasi alumni menjadi ruang bersama yang mampu mengakomodasi seluruh alumni lintas angkatan, profesi, dan wilayah.
“Banyak tokoh hukum nasional berasal dari FH Unpar, tetapi akses dan koneksinya belum terbangun secara sistemik,” kata dia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis. Pertama, melakukan kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi alumni di luar Universitas Katolik Parahyangan dengan tujuan memperluas networking dan membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Kedua, menyelenggarakan interconnection night dengan menggandeng berbagai institusi di Indonesia sebagai ruang temu strategis antar alumni dan pemangku kepentingan lintas sektor. Ketiga, membangun kerja sama kelembagaan agar alumni FH Unpar dapat menjadi basis narasumber utama dalam berbagai kegiatan hukum, kebijakan publik, dan forum nasional.
Kiky juga menekankan pentingnya peran sosial alumni. Ia berkomitmen memfasilitasi alumni FH Unpar dalam kegiatan berbasis sosial yang dilaksanakan secara rutin bersama alumni lintas fakultas di Universitas Katolik Parahyangan.
Seluruh misi tersebut akan ditopang oleh pembangunan core center database alumni yang terintegrasi secara digital. Database ini dirancang sebagai pusat data alumni berbasis angkatan, profesi, dan wilayah, yang dapat diakses dan diperbarui secara berkelanjutan.
“Database ini bukan sekadar daftar nama, tetapi menjadi fondasi agar alumni benar-benar bisa saling terhubung dan saling mendukung,” ujarnya.
Visi dan misi tersebut disusun Kiky sejak awal dengan tujuan mendorong penguatan dan peningkatan peran alumni FH Unpar secara kolektif. Ia menegaskan pencalonannya tidak bertumpu pada kemenangan figur personal, melainkan pada kemajuan bersama seluruh alumni. Ia juga menolak pendekatan kepemimpinan yang tokoh-sentris dan menekankan bahwa organisasi alumni seharusnya tidak dibangun di atas kultus individu. Menurutnya, yang harus menjadi pusat perhatian adalah Ikatan Alumni FH Unpar sebagai institusi, bukan sosok calon ketuanya.
Chief Media & Engagement Officer Hukumonline Amrie Hakim, menyambut baik pemaparan visi dan misi tersebut. Ia menilai hubungan antara Hukumonline dan Universitas Katolik Parahyangan memiliki kedekatan historis, mengingat Unpar merupakan salah satu mitra kampus awal Hukumonline.
Chief Media & Engagement Officer Hukumonline Amrie Hakim.
Amrie menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres ke-8 Alumni FH Unpar, termasuk rencana penyelenggaraan kongres kedelapan Ilumni FH Unpar tersebut secara hybrid. Menurutnya, keterbukaan informasi dan partisipasi alumni menjadi kunci penting agar proses pemilihan berjalan lebih inklusif dan berdampak luas.
“Kami menyambut baik proses kongres ini dan berharap pelaksanannya lancar dan partisipasi alumni meningkat dibandingkan kongres sebelumnya,” kata Amrie.
Calon Ketua Umum Ilumni FH Unpar Noverizky Tri Putra beserta tim (tengah) usai kunjungan ke kantor Hukumonline.
Untuk diketahui, Noverizky Tri Putra merupakan founding partner AM Oktarina Counsellors at Law dan alumni FH Unpar angkatan tahun 2003. Kiky kemudian melanjutkan pendidikannya di Gulf International Institute di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Selama masa studinya di Gulf International Institute, ia juga berkesempatan menjadi salah satu Asisten Hukum di Calehr and Associates, yang berafiliasi dengan salah satu firma hukum terkemuka di Houston, Texas, Amerika Serikat, yaitu Young and Husain P.L.L.C Attorney at Law. Kemudian, ia menyelesaikan gelar Magisternya di Universitas Leiden untuk Program Magister Lanjutan (tingkat Magister tertinggi di Universitas Leiden) dan juga merupakan penerima Beasiswa Luar Biasa yang diberikan oleh European Association of Law Students (ELSA) untuk Program Hukum dan Kebijakan Ekonomi Internasional (IELPO) di Universitas Barcelona.
















